Karena mekanisme penyakit pendarahan otak berkaitan dengan kelemahan fisik, pasien pendarahan otak perlu mendapatkan asupan nutrisi yang sesuai. Tetapi selama fase akut pendarahan otak, pasien umumnya didominasi oleh lendir dan stagnasi darah, sehingga tidak boleh melakukan asupan gizi sembarangan. Selama dirawat di rumah sakit, biasanya ahli gizi rumah sakit menentukan rencana nutrisi individu berdasarkan kondisi pasien. Pasien dalam masa pemulihan, gejala lendir dan stagnasi darah sudah berkurang, namun kelemahan fisik menjadi sangat jelas. Pada saat ini, perlu perhatian khusus terhadap pengaturan makanan. Diet harus ringan, makanan yang mudah dicerna dan kaya vitamin. Hindari makanan berlemak dan manis, berhenti merokok dan minum alkohol, konsumsi lebih banyak makanan serat kasar seperti sawi dan wortel, serta pastikan buang air besar lancar. Karena jumlah lemak dalam makanan berkurang, perlu meningkatkan asupan protein. Protein bisa didapat dari daging tanpa lemak, unggas tanpa kulit, dan lebih banyak mengonsumsi ikan, terutama ikan laut. Setiap hari juga disarankan mengonsumsi produk kedelai seperti tahu dan tahu kering, yang membantu menurunkan kolesterol darah dan mengurangi kekentalan darah. Jumlah garam harian harus sedikit, sekitar 3 gram, bisa ditambahkan setelah memasak dan diaduk rata. Untuk meningkatkan nafsu makan, bisa menambahkan cuka, saus tomat, atau saus wijen saat menggoreng. Cuka tidak hanya memberi rasa, tetapi juga mempercepat pelepasan lemak, mempercepat pencernaan dan penyerapan. Saus wijen mengandung kalsium tinggi, konsumsi rutin dapat menambah kalsium, yang bermanfaat untuk mencegah pendarahan otak. Selain itu, perlu minum cukup air, terutama pagi hari dan malam hari, untuk mengencerkan darah. Resep obat makanan dapat melengkapi pengobatan obat, mengurangi gejala, mempercepat pemulihan fungsi tubuh, serta mencegah dan mengurangi kemungkinan kambuh kembali. Berikut dua resep obat makanan yang direkomendasikan: 1. Sup Daging Babi Huangqi Huangqi 20 gram, 6 buah kurma, Danggui 10 gram, Goji berry 15 gram, daging babi tanpa lemak 50–100 gram dipotong tipis, tambahkan irisan jahe dan batang bawang bombai, didihkan dengan api besar, lalu dikurangi menjadi api kecil, rebus hingga daging empuk, tambahkan garam secukupnya, sedikit monosodium glutamat, dan sesuai preferensi bisa ditambahkan minyak wijen atau minyak merica. Angkat dan dinginkan sedikit sebelum dikonsumsi. Fungsi dan cara minum: Huangqi memperkuat qi, Goji berry memperbaiki energi vital, Danggui menyehatkan darah dan menghilangkan stagnasi darah, kurma menghangatkan tengah dan memperkuat qi, daging babi kaya protein, melembabkan tubuh dan menghilangkan kekeringan. Keseluruhan resep memiliki efek memperkuat energi vital dan menghilangkan stagnasi darah. Minum setiap hari dua kali, dua kali sehari. Cocok untuk pasien pendarahan otak tipe defisiensi ginjal dan kekurangan energi vital. Gejala klinis meliputi: suara serak, tidak bisa berbicara, jantung berdebar, sesak napas, pinggang dan kaki lemah, anggota tubuh lumpuh, kesemutan tangan dan kaki, separuh tubuh lumpuh, lidah besar dengan bekas gigi, lidah berlapis putih, nadi dalam dan lemah. Kontraindikasi untuk pasien yang mengalami sakit kepala disertai berkeringat, gelisah, mulut pahit, mudah marah saat bergerak, wajah merah, mata merah, perut kembung, dan bersendawa. Pasien diabetes harus hati-hati. 2. Pir Panggang dengan Merica Putih Cuka tua dan merica putih secukupnya, 2 buah pir. Giling merica putih menjadi bubuk halus, belah pir menjadi dua bagian, letakkan bubuk merica di antaranya, taruh di piring, tambahkan cuka, kukus hingga pir matang, lalu bisa dimakan. Fungsi dan cara minum: Merica putih atau yang disebut "Yu Jiao" mengandung alkaloid piperin, minyak volatil, protein, dapat menurunkan panas, mengusir angin, dan menghambat kejang; pir atau yang disebut "Kuai Guo", "Yu Ru" mengandung karbohidrat, asam organik, dan vitamin, dapat melembabkan tubuh, menghilangkan panas, dan menghilangkan dahak; cuka tua mengandung alkohol tinggi, asam amber, dapat mengaktifkan darah, menghilangkan stagnasi darah, dan membunuh parasit. Keseluruhan resep memiliki efek melembabkan tubuh, menghilangkan panas, mengaktifkan darah, menghilangkan stagnasi darah, mengusir angin, dan menghentikan kejang. Makan satu pir setiap kali, minum dua kali sehari, konsumsi jangka panjang aman dan bermanfaat. Cocok untuk pasien pendarahan otak tipe hati dan ginjal panas atas dengan stagnasi darah. Gejala klinis meliputi: separuh tubuh lumpuh, otot kaku dan kram, sakit kepala, pusing, wajah merah, tinnitus, mulut kering, tenggorokan kering, lidah merah, lapisan lidah tipis kuning, nadi tegang dan kuat. Kontraindikasi untuk pasien diabetes yang mengalami gangguan vaskular otak.
|