Musim dingin adalah masa tinggi terjadinya penyakit jantung dan otak, hipertensi, diabetes, aterosklerosis, serta flu. Hal ini terutama karena cuaca dingin menurunkan ketahanan tubuh terhadap virus, sehingga penyakit bisa masuk. Pada saat seperti ini, bagaimana kita bisa meningkatkan daya tahan tubuh melalui makanan? Dokter Bukowski dari Harvard Medical School menemukan zat kimia dalam teh yang dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk mencegah penyakit hingga lima kali lipat. Jadi, minum teh hangat di musim dingin bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Bagi penderita penyakit jantung dan otak, di musim dingin harus menjaga diet rendah garam dan rendah lemak, makan lebih banyak ikan, sayuran, buah-buahan, serta bisa minum anggur secara moderat untuk pencegahan. Penderita penyakit jantung koroner sebaiknya menghindari kelebihan berat badan, karena obesitas bisa membebani jantung. Biasanya nafsu makan meningkat di musim dingin, lebih baik menerapkan pola makan sedikit tapi sering, makan hanya sampai 70-80% kenyang. Diet harus rendah garam, rendah lemak, rendah gula, rendah kalori, dan makanan harus dicampur antara beras kasar dan beras halus. Pneumonia paling sering terjadi di musim dingin, jadi perlu banyak minum air untuk membantu mengencerkan dahak agar mudah dikeluarkan. Bagi penderita rheumatoid arthritis di musim dingin harus menghindari makanan organ hewan dan kerang, ikan sarden, serta benar-benar menghindari alkohol, serta minum lebih banyak air untuk mempercepat metabolisme. Flu adalah penyakit umum di musim dingin. Prinsip diet setelah terserang flu adalah memilih makanan cair yang mudah dicerna, seperti sup sayuran, bubur encer, susu, dll.; makan lebih banyak makanan yang kaya vitamin C, vitamin E, dan makanan berwarna merah, seperti tomat, anggur, kurma, jeruk, dll.; minum air putih lebih banyak. Untuk jenis flu yang berbeda, sebaiknya menerapkan prinsip diet yang berbeda: flu tipe angin dingin cocok makan makanan yang bisa mengeluarkan keringat dan mengusir dingin, seperti cabai, bawang putih, tahu, air jahe segar dengan gula merah, untuk menghilangkan dingin. Penelitian terbaru dari Amerika menunjukkan bahwa kaldu ayam bisa membantu mengusir flu, karena bisa membantu mengeluarkan virus dari tubuh. Flu tipe angin panas cocok makan makanan yang membantu mengeluarkan panas dan membersihkan panas, seperti kacang hijau, lobak, akar sawi putih, mint, teh, buah yang berair, dll. Konsumsi mentah beberapa buah pir, atau rebus jus pir segar dengan beras, makan hangat, hasilnya juga sangat baik. Flu tipe campuran (luar dan dalam) bisa minum lebih banyak jus asam, seperti jus buah ara, jus kiwi, jus kurma, jus jeruk segar, jus semangka, untuk merangsang sekresi getah lambung. Flu tipe gastrointestinal bisa minum teh chrysanthemum, teh longjing, atau rebus kacang hijau dengan gula merah sebagai minuman. Selain itu, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan yang kaya kalsium, seng, dan vitamin, seperti lobak, pir, kiwi, jeruk, dan berbagai jamur, untuk mengurangi gejala.
|