Resep Tradisional
BerandaResep TradisionalResep Herbal Tiongkok Tambahkan ke bookmark

Akses Cepat

Berikut adalah tautan cepat untuk gejala umum:

Pemberitahuan Penting: Resep di situs ini hanya untuk referensi. Harap konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan.
7000+
Jumlah Total Resep
9
Bahasa yang Didukung
10
Kategori
24/7
Aksesibilitas
Pencarian Resep Tradisional Tiongkok
Cari resep:
Kategori resep:: Penyakit Dalam Bedah Tumor Kulit THT Kandungan Andrologi Anak Kesehatan Anggur Obat Lainnya

Resep Tradisional / Other / Perawatan Kesehatan Tradisional Tiongkok / Ahli Gizi: Makan Vegetarian Ketat Lebih SehatSebelumnya Lihat Semua Selanjutnya

Ahli Gizi: Makan Vegetarian Ketat Lebih Sehat

Ahli gizi umumnya berpendapat bahwa orang yang hanya makan vegetarian dan menolak produk susu rentan mengalami osteoporosis. Namun, hasil penelitian terbaru oleh dokter medis Amerika justru mengejutkan—pemakan vegetarian ketat meskipun tampak lebih kurus daripada orang biasa, ternyata tulang mereka lebih kuat dan tubuh lebih sehat.
Vegetarian ketat hanya mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan, tanpa proses memasak, pengolahan, atau perubahan struktur aslinya.
Tulang Tipis Tidak Berarti Rapuh
Laporan penelitian dari edisi terbaru jurnal bulanan "Archives of Internal Medicine" dari Universitas Washington di St. Louis menunjukkan bahwa vegetarian ketat tidak perlu khawatir mengalami patah tulang. Tulang mereka yang lebih tipis berkaitan dengan asupan kalori yang rendah, bukan tanda osteoporosis.
"Vegetarian mengonsumsi kalori dan protein lebih sedikit, indeks massa tubuh lebih rendah, serta kadar lemak tubuh lebih rendah," tulis Fontana dalam laporan penelitian tersebut. "Secara tradisional, orang dengan indeks massa tubuh rendah dianggap tulangnya lebih ringan, sehingga risiko patah tulang lebih tinggi, sementara orang gemuk justru lebih jarang patah tulang."
Indeks Massa Tubuh Lebih Baik
Tim yang dipimpin Dr. Luigi Fontana melakukan penelitian terhadap 18 orang vegetarian ketat berusia 33–85 tahun. Mereka hanya mengonsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang tidak diproses, dengan rata-rata masa vegetarian selama 3,6 tahun. Peneliti membandingkannya dengan 18 orang Amerika biasa. Indeks massa tubuh vegetarian rata-rata 20,5, sedangkan orang Amerika biasa 25.
Kesehatan Unsur Tubuh
Dr. Fontana mengatakan sebelum penelitian, ia berpikir vegetarian ketat yang tidak mengonsumsi susu akan kekurangan vitamin D, namun hasil penelitian justru menunjukkan kadar vitamin D mereka jauh lebih tinggi dibanding orang biasa.
Produksi vitamin D terjadi di kulit saat terpapar sinar matahari. Vitamin ini penting untuk menjaga kekuatan tulang. "Vegetarian cukup cerdas," kata Dr. Fontana, "mereka sering berjemur di bawah sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D yang cukup."
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kadar protein C reaktif dalam tubuh vegetarian lebih rendah. Zat ini merupakan faktor pemicu penyakit jantung, diabetes, dan penyakit kronis lainnya. Selain itu, kadar faktor pertumbuhan insulin-1 (IGF-1) dalam tubuh mereka juga sangat rendah, yang berarti risiko kanker payudara dan kanker prostat lebih kecil.
Dr. Fontana menekankan bahwa ia tidak menganjurkan semua orang menjadi vegetarian ketat. Penelitian yang dipimpinnya hanya membuktikan bahwa manusia sebaiknya lebih banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh untuk menurunkan risiko kanker.

Cara Menggunakan Situs

  1. Masukkan nama penyakit atau gejala di kotak pencarian
  2. Klik tombol pencarian untuk menemukan resep terkait
  3. Jelajahi hasil pencarian, klik resep yang menarik
  4. Baca dengan teliti penjelasan detail dan cara penggunaan resep
  5. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan

Pencarian Populer Minggu Ini

Hubungi Kami

Jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, silakan hubungi kami

Email: [email protected]