Penyakit lansia umumnya disebabkan oleh penuaan tubuh; ada juga yang disebabkan oleh ketidakseimbangan mental. Oleh karena itu, menyarankan lansia untuk menjalani hidup dengan "ringan" adalah pilihan yang tepat. Menjalani hidup dengan ringan, yang pertama adalah ringan terhadap nama dan kekayaan. Nama dan kekayaan adalah hal yang bersifat sementara, tidak dibawa saat lahir, tidak dibawa saat mati; jika tidak sadar, terus mengejar nama dan kekayaan, seperti membebani diri dengan beban, pasti akan semakin berat, hingga sulit bernapas. Akhirnya, justru merugi reputasi dan kehormatan, apa untungnya? Hanya dengan sepenuh hati melayani partai dan rakyat, menganggap nama dan kekayaan sebagai kotoran, menjadi seorang marxis sejati, baru bisa dihormati orang. Kedua, ringan terhadap kehormatan dan cela. Jalur kehidupan manusia penuh rintangan, pernah memiliki harapan dan kekecewaan, pernah merasa senang dan sedih, pernah merasa mulia dan terhina; jangan terus memikirkan kepentingan pribadi, terhadap kehormatan dan cela harus diabaikan. Jadilah tenang saat diberi kehormatan, tenang saat mengalami cobaan. Ketiga, melupakan usia. Lansia sering takut tua, mudah mengalami kecemasan, sering mengatakan "tua", "tidak berguna" di mulut, ini adalah refleksi emosional dan sikap menunggu akhir hidup, memberi bayangan negatif pada kesehatan diri, berdampak buruk pada tubuh. Harus sadar akan keunggulan pengalaman yang kaya, saat ini masyarakat membutuhkan banyak hal dari kita, cukup melupakan usia, melepaskan diri dari pikiran, kita pasti akan kembali memiliki kehidupan muda. Keempat, melupakan bentuk tubuh. Zuozi berkata: "Orang yang menjaga kesehatan melupakan bentuk tubuh." Artinya, perawatan tubuh harus melupakan keberadaan tubuh yang menua. Dengan begitu, tidak akan takut apa-apa. Saat sakit, bisa menghadapinya dengan tenang, tidak pesimistis, tidak cemas, tidak menyerah, berusaha aktif, tentu saja akan membantu mengalahkan penyakit dan memulihkan tubuh. Lima, ringan terhadap pakaian dan makanan. Untuk kehidupan sehari-hari, jangan terlalu menuntut. Harus mengakui perubahan fisiologis lansia, tinggal di tempat tenang, pakai pakaian hangat, makanan harus ringan, jangan mengejar kemewahan boros, jangan menyalahgunakan nafsu makan, agar tidak merusak tubuh dan pikiran. Enam, ringan terhadap perasaan. Semua hal yang menyebabkan sukacita, kemarahan, kesedihan, kegembiraan, harus dianggap ringan dan dilupakan, membuat suasana hati terbebas. Melupakan artinya tidak mengganggu diri sendiri, tidak bersedih sendiri, tidak tenggelam, menganggap ada seolah tidak ada, lapang dan luas. Terakhir, teman yang ringan. Orang kuno berkata: "Percakapan orang bijak seperti air." Kita berhubungan dengan teman juga harus mengikuti ajaran kuno ini. Berteman bermanfaat bagi semua usia. Punya satu atau dua teman dekat, manfaatnya lebih besar. Bisa membantu menghilangkan perasaan kehilangan, kesepian, dan kesunyian. Teman pentingnya adalah persamaan visi dan perasaan, bukan pertukaran hadiah, tetapi pertukaran perasaan, saling membantu, saling memperbaiki, menambah kegembiraan, sehingga kehidupan tua menjadi lebih kaya, lebih indah, sehat secara fisik dan mental, menambah umur.
|