Bahasa: 简体中文 | 繁體中文 | 日本語 | 한국어 | Tiếng Việt | ภาษาไทย | Bahasa Indonesia | Bahasa Melayu | Filipino
|
| Beranda → Resep Tradisional → Resep Herbal Tiongkok | Tambahkan ke bookmark |
Berikut adalah tautan cepat untuk gejala umum:
| Pencarian Resep Tradisional Tiongkok | ||||
| Kategori resep:: Penyakit Dalam Bedah Tumor Kulit THT Kandungan Andrologi Anak Kesehatan Anggur Obat Lainnya | ||||
| Resep Tradisional / Internal / Gejala saluran kemih / Pasien diabetes: boleh makan makanan pokok dengan mudah | Sebelumnya Lihat Semua Selanjutnya |
Pasien diabetes: boleh makan makanan pokok dengan mudah | |
Panduan diet di seluruh dunia saat ini menempatkan peningkatan asupan karbohidrat dan pengurangan asupan lemak sebagai prioritas utama. Asosiasi Nutrisi Tiongkok dalam "Panduan Diet Penduduk Tiongkok" secara khusus menekankan pentingnya variasi makanan dan dominasi biji-bijian. Para ahli nutrisi sepakat bahwa asupan karbohidrat harian bagi orang dewasa tidak boleh kurang dari 55% dari total energi, termasuk pada pasien diabetes. Patofisiologi dasar diabetes adalah sekresi insulin yang absolut atau relatif tidak mencukupi, menyebabkan gangguan metabolisme yang terutama melibatkan karbohidrat. Prinsip terapi dasar yang dulu dianjurkan—mengontrol asupan karbohidrat untuk mengendalikan kadar gula darah—menyebabkan pasien diabetes sering dalam kondisi setengah lapar, yang sebenarnya justru merugikan terapi. Bagaimana agar pasien bisa mendapatkan cukup karbohidrat tanpa menyebabkan kenaikan gula darah? Dalam pertemuan baru-baru ini tentang "Indeks Glisemik Makanan dan Kesehatan Manusia", para ahli nutrisi dari dalam dan luar negeri melaporkan perkembangan terbaru penelitian. Makanan karbohidrat yang berbeda memiliki perbedaan "kualitatif". Penelitian menunjukkan bahwa makanan dengan kandungan karbohidrat sama, namun setelah masuk tubuh, respons glisemiknya berbeda. Setelah mengonsumsi makanan yang mengandung 50 gram karbohidrat, dua jam kemudian indeks glisemik (GI) masing-masing adalah: nasi putih 88, roti panggang 79,6, bubur tepung jagung 50,9, tahu kering 23,7, semangka 72, ceri 22, fruktosa 23, maltosa 105. Ini benar-benar membantah teori klasik "pertukaran nilai makanan" yang selama bertahun-tahun digunakan dalam panduan diet diabetes, yaitu 25 gram beras = 25 gram tepung jagung = 25 gram gorengan = 25 gram kacang hijau, 25 gram daging babi gemuk = 60 gram telur = 80 gram ikan mas. GI makanan menggambarkan perbandingan efek kenaikan gula darah dari makanan tertentu dibandingkan dengan makanan standar (biasanya glukosa). Semakin tinggi nilai GI, semakin kuat efek kenaikan gula darah dari makanan tersebut. Mengapa makanan dengan kandungan karbohidrat sama menghasilkan respon glisemik yang sangat berbeda? Ini karena kecepatan pencernaan dan penyerapan karbohidrat di usus berbeda, yang dipengaruhi oleh struktur dan jenis karbohidrat itu sendiri. Pati alami dibagi menjadi pati bercabang dan pati lurus. Semakin tinggi kandungan pati bercabang dan semakin rendah pati lurus, semakin cepat dicerna dan diserap, semakin tinggi nilai GI-nya. Glukosa dan fruktosa juga memiliki nilai GI yang sangat berbeda karena jenisnya. Selain itu, proses pengolahan seperti ukuran butiran, kekerasan, kematangan, kelengketan, waktu, suhu, dan tekanan juga memengaruhi GI. Secara umum, semakin mudah dicerna dan diserap makanannya, semakin tinggi nilai GI-nya. Temuan pati resisten membuka rahasia GI Dalam penelitian, ilmuwan juga menemukan pati khusus bernama "pati resisten". Pati ini terdapat dalam biji-bijian yang setengah matang atau belum digiling halus, kentang mentah, pisang, serta pati yang dimodifikasi atau tua. Ciri pati resisten adalah tidak diserap di usus halus, melainkan masuk usus besar dan diserap setelah difermentasi bakteri. Tingkat penyerapannya sekitar 40%, sehingga menurunkan GI. Kandungan pati resisten berubah sesuai sifat makanan: kentang mentah mengandung pati resisten 75%, sedangkan kentang baru direbus hanya 3%, namun setelah didinginkan meningkat menjadi 12%. Karena manfaatnya bagi kesehatan, pati resisten telah banyak diteliti dan dikembangkan oleh para ilmuwan. Melalui proses khusus, kandungan pati resisten dalam tepung dapat ditingkatkan hingga 38%. Saat ini, masyarakat Barat mengonsumsi sekitar 10% pati resisten dalam makanan mereka. Serat makanan dan protein membantu turunkan gula darah Manusia tidak mungkin hanya mengonsumsi satu jenis makanan. Ahli nutrisi menemukan bahwa komposisi makanan yang berbeda dalam makanan campuran juga berpengaruh signifikan terhadap GI. Eksperimen menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan dengan 50 gram karbohidrat, GI-nya masing-masing adalah: nasi putih murni 83,2, nasi + sawi putih (serat makanan 2,2 gram) 57,9, roti murni 80,1, roti + daging sapi asam (protein 51 gram) 49,4. Ini menunjukkan dampak sangat signifikan serat makanan dan protein terhadap GI makanan. Menurut ahli nutrisi, ketika serat makanan dikonsumsi bersama karbohidrat, karena komponen utama dinding sel tumbuhan adalah hemiselulosa dan selulosa, semakin utuh dan keras dinding selnya, semakin kuat penghambatannya terhadap pencernaan dan penyerapan karbohidrat, sehingga menghambat respons glisemik dan insulin pasca-makan. Protein dalam jumlah tertentu yang dikonsumsi bersama karbohidrat dapat merangsang sekresi insulin, sehingga menurunkan kadar gula darah. Konsep GI memungkinkan pasien diabetes makan makanan pokok dengan lebih bebas Untuk memberikan lebih banyak pilihan makanan sehat, para ahli nutrisi dalam dan luar negeri melalui pengujian dan analisis luas pada populasi telah membuat data perbandingan GI dari lebih dari 200 jenis makanan sehari-hari. Mereka percaya bahwa makanan dengan GI di bawah 55 cocok untuk pasien diabetes dan mereka yang ingin mengendalikan gula darah, sementara makanan dengan GI di atas 70 tidak hanya tidak cocok untuk pasien diabetes dan penderita toleransi glukosa abnormal, tetapi juga tidak cocok bagi mereka yang ingin menjaga gaya hidup sehat. Dengan adopsi konsep GI, pilihan makanan bagi pasien diabetes menjadi lebih luas, memungkinkan mereka lebih berani memilih buah-buahan, lebih banyak menggunakan produk kedelai, makanan kaya serat, lebih banyak mengonsumsi biji-bijian kasar atau minim olahan, dan menghindari makanan biji-bijian dan fermentasi dengan GI tinggi, sehingga dapat memuaskan selera sekaligus membantu mengendalikan kadar gula darah. | |
Jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, silakan hubungi kami
Email: [email protected]