Pasien yang pernah menerima pengobatan dari kedokteran barat dan timur umumnya tidak memahami dasar-dasar perbedaan sistem teori keduanya. Pertama, konsep hati dalam kedokteran barat sangat berbeda dari konsep hati dalam kedokteran tradisional Tiongkok. Biasanya, hati dalam kedokteran barat merujuk pada konsep anatomi, yaitu organ hati yang dikenal umumnya, sebuah konsep yang lebih konkret. Kedokteran barat menganggap hati (liver) sebagai unit anatomi. Hati terletak di bawah diafragma bagian kanan rongga perut, memiliki fungsi detoksifikasi, sintesis, metabolisme, ekskresi, serta mengatur volume darah dalam tubuh. Sementara itu, konsep hati dalam kedokteran tradisional Tiongkok lebih luas dan kompleks dibandingkan konsep kedokteran barat. Hati tidak hanya merujuk pada organ anatomi hati, tetapi lebih penting lagi merupakan sistem fungsi yang lebih abstrak, mencakup aktivitas mental dan emosional manusia. Demikian pula, konsep penyakit hati dalam kedokteran tradisional Tiongkok berbeda dari penyakit hati dalam kedokteran barat. Lingkup penyakit hati dalam kedokteran tradisional Tiongkok terutama mencakup gangguan fungsi hati dan kandung empedu, serta gejala yang muncul di sepanjang jalur meridian, berupa sekelompok gejala. Karena kompleksitas fungsi fisiologis hati-kandung empedu dan jalur meridian, gejala yang terlibat sangat luas. Misalnya, beberapa penyakit mata dalam diagnosis kedokteran tradisional Tiongkok sering dinyatakan oleh dokter sebagai "api hati naik", "defisiensi yin hati dan ginjal", "kekurangan darah hati", dll., yang membuat beberapa pasien mengira hati mereka bermasalah, padahal hal ini sering tidak termasuk dalam lingkup penyakit hati dalam kedokteran barat. Oleh karena itu, konsep kedua sistem ini tidak boleh dikacaukan. Ketika kita berbicara tentang hepatitis B, yang dimaksud adalah peradangan hati akibat infeksi virus dalam konteks kedokteran barat. Pasien dengan hepatitis B mudah mengalami gejala "api hati berlebihan", tetapi tidak semua orang dengan gejala "api hati berlebihan" pasti menderita hepatitis. Untuk mengetahui apakah fungsi hati normal atau terinfeksi virus hepatitis, harus dilakukan tes darah, bukan berdasarkan penilaian subjektif kedokteran tradisional Tiongkok. Sebaliknya, untuk mengetahui apakah hati dalam konsep kedokteran tradisional Tiongkok bermasalah, tidak bisa dilakukan dengan tes darah, tetapi harus berdasarkan penilaian subjektif dokter tradisional Tiongkok, meskipun saat ini dokter tradisional Tiongkok modern dapat menggunakan alat seperti bioenergi sebagai bukti pendukung. Secara keseluruhan, definisi "hati" dalam kedokteran Tiongkok dan barat sangat berbeda, sehingga pemahaman tentang penyakit hati juga sangat berbeda. Masyarakat yang curiga memiliki masalah hati sebaiknya segera periksa darah di rumah sakit untuk memastikan apakah benar-benar ada masalah hati. Baik menerima pengobatan tradisional Tiongkok maupun barat, pengobatan penyakit harus berdasarkan "diagnosis diferensial dan pengobatan sesuai kondisi", artinya memberikan obat yang berbeda sesuai jenis kondisi yang berbeda. Jika benar-benar terdapat masalah hati, pemeriksaan kesehatan rutin tetap menjadi jaminan kesehatan tubuh.
|