Dengan kedatangan ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi, beberapa orang tua berusaha memberi nutrisi kepada anak-anak mereka dengan mengubah kebiasaan makan normal, selain memberi suplemen, juga menyediakan makanan bergizi seperti ikan dan daging setiap kali makan. Meskipun orang tua berniat baik, beberapa anak justru mengalami hilang nafsu makan dan gangguan pencernaan. Bagaimana caranya agar anak-anak bisa makan bergizi dan sehat? Dokter Liu Yinghua dari Departemen Nutrisi Rumah Sakit Umum Militer Tentara Pembebasan Rakyat berpendapat bahwa karbohidrat adalah sumber energi yang ekonomis dan praktis bagi pekerja otak. Para siswa sebaiknya mengonsumsi makanan pokok (nasi, mie) secara teratur setiap hari. Misalnya, sarapan bisa disertai kue kering, roti, bubur, atau mie; makan siang dan makan malam bisa disertai nasi, mie, atau makanan berbasis tepung lainnya. Selain itu, pastikan pasokan protein dan lemak cukup. Jika protein tidak cukup, dapat menyebabkan penurunan kualitas protein otak, mengakibatkan penurunan daya ingat. Oleh karena itu, siswa harus mengonsumsi protein yang cukup dan asam amino penting. Sarapan bisa disertai susu, telur, kedelai, tofu, atau roti kedelai; makan siang dan makan malam bisa disertai ikan segar rebus, daging sapi, ayam tumis jamur, tofu renyah. Sarapan sebaiknya menyertakan satu telur, bisa berupa telur rebus atau telur dadar. Selama masa persiapan ujian, orang tua tidak boleh secara buta memberi suplemen atau makanan berlemak berlebihan kepada anak. Jika kebiasaan makan normal tiba-tiba berubah, justru dapat menyebabkan gangguan pencernaan, bahkan diare atau sembelit. Dokter Liu memberikan "Rencana Makan Delapan Satu Harian" untuk siswa, yaitu: 1–2 cangkir susu, satu telur, 100 gram daging tanpa lemak, satu kali makan ikan, 100 gram produk kedelai, satu pon sayuran, satu liter teh ringan, dan satu pon makanan pokok. Di samping itu, makan terlalu kenyang dan makanan vegetarian tidak baik untuk perkembangan kecerdasan siswa. Dokter Liu menekankan bahwa jika makan tiga kali sehari secara berlebihan, darah akan terus-menerus terkumpul di usus, menyebabkan kekurangan oksigen dan darah di otak, menghambat perkembangan sel-sel otak, menyebabkan otak menjadi lambat, daya ingat menurun, dan pemikiran tidak lancar. Sementara itu, makanan vegetarian terus-menerus dapat menyebabkan kekurangan lemak. Lemak adalah bagian penting otak, yang pentingnya tidak kalah dengan protein. Oleh karena itu, kombinasi makanan berprotein hewani dan nabati, serta campuran beras kasar dan halus, sesuai dengan kebutuhan nutrisi siswa. Saat makan camilan, bisa makan buah musiman, tetapi jangan terlalu banyak camilan, terutama makanan goreng seperti keripik kentang dan keripik. Profesor Feng Lida dari Rumah Sakit Umum Angkatan Laut berpendapat bahwa jika orang tua punya waktu, sebaiknya sering membuat bubur untuk siswa. Minum bubur bisa menjamin nutrisi, dan dengan minum berbagai jenis bubur, bisa mendapatkan manfaat yang berbeda. Misalnya, bubur kurma bisa mengisi darah dan memperkuat limpa; bubur zao ren bisa menenangkan jiwa dan menenangkan hati; bubur walnut bisa memperkuat otak; bubur kacang hijau bisa membersihkan panas dan detoxifikasi, menghilangkan dahaga dan panas; bubur teratai bisa menurunkan panas, meningkatkan kecerdasan; bubur biji kacang polong bisa menghilangkan panas, menghilangkan kelembaban, dan detoxifikasi; bubur kentang bisa membersihkan panas dan membuat hati senang. Selain itu, bubur beras biasa dan bubur millet juga memiliki fungsi melindungi lendir lambung, memperkuat qi, dan mengisi darah. Profesor Feng menekankan bahwa bubur berbeda dari nasi encer. Saat membuat bubur, harus menggunakan api besar hingga mendidih cepat, lalu turunkan api kecil dan rebus pelan-pelan hingga teksturnya lunak dan lembut, rasa manis dan ringan. Saat minum bubur, sebaiknya hangat, jangan minum bubur dingin.
|