Terkenal dengan pepatah: “Makan wortel di musim dingin, makan jahe di musim panas, tidak perlu dokter memberi resep.” Setelah musim gugur tiba, variasi wortel di pasar semakin banyak, ibu-ibu dapat membelinya untuk anak-anak di rumah. Dalam tinjauan TCM, wortel memiliki fungsi menghilangkan penumpukan makanan, menghilangkan dahak dan mengatasi sesak napas, membersihkan panas, mengatur qi, mengurangi pembengkakan dan menghilangkan bekas luka. Kebanyakan anak-anak yang terkena flu mengalami gejala infeksi saluran pernapasan atas seperti tenggorokan kering, sakit tenggorokan, batuk terus-menerus, dan sulit mengeluarkan dahak. Dengan mengonsumsi wortel yang segar, renyah, dan lembut, tidak hanya membuka nafsu makan dan membantu pencernaan, tetapi juga melembutkan tenggorokan, menghilangkan dahak, dan mengatur pernapasan, sehingga efektif mencegah flu. Selain itu, wortel memiliki nilai gizi yang tinggi, mengandung karbohidrat dan berbagai vitamin dalam jumlah besar, di mana kandungan vitamin C-nya 8–10 kali lebih tinggi dibandingkan buah pir. Wortel tidak mengandung asam oksalat, sehingga tidak akan bereaksi dengan kalsium dalam makanan, malah membantu penyerapan kalsium. Baru-baru ini, penelitian menunjukkan bahwa lignin serat dalam wortel memiliki efek anti-kanker yang kuat, dan efeknya lebih baik jika dimakan mentah. Anak-anak yang takut pedas sebaiknya dipilihkan wortel berwarna hijau, berair, pedasnya ringan, dan rasanya manis. Orang tua dapat memotong wortel secara vertikal agar bagian kepala, pinggang, dan ekor terdistribusi merata. Pepatah mengatakan: “Kepala wortel pedas, ekor panas, pinggang pas.” Hal ini karena komposisi nutrisi tiap bagian wortel berbeda. Jika anak sangat takut pedas, kulit wortel dapat dikupas, potong tipis atau iris, lalu dicampur gula, atau dibuat menjadi wortel dengan kaldu tulang, agar anak lebih suka makan
|