Satu, hindari makan buah yang tidak higien: mengonsumsi buah yang mulai membusuk, serta buah yang tidak dilengkapi perangkat pelindung debu dan lalat dan belum dicuci bersih secara menyeluruh, seperti stroberi, anggur liar, dan semangka yang sudah dipotong-potong, dapat menyebabkan penyakit disentri, tifus, dan radang usus akut yang merupakan infeksi saluran pencernaan. Dua, jangan menggunakan alkohol untuk desinfeksi buah: meskipun alkohol bisa membunuh bakteri di permukaan buah, hal ini justru dapat mengubah warna, aroma, dan rasa buah. Selain itu, alkohol bereaksi dengan asam dalam buah, sehingga menurunkan nilai gizi buah. Tiga, hindari makan buah mentah tanpa mengupas kulitnya: beberapa orang berpendapat bahwa kandungan vitamin pada kulit buah lebih tinggi daripada daging buah, sehingga mereka makan buah termasuk kulitnya. Namun, ketika buah terkena hama atau penyakit, biasanya disemprot pestisida, dan pestisida tersebut dapat meresap dan tertinggal dalam lapisan lilin kulit buah, sehingga kadar residu pestisida pada kulit buah jauh lebih tinggi dibandingkan pada daging buah. Empat, hindari menggunakan pisau dapur untuk mengupas buah: karena pisau dapur sering bersentuhan dengan daging, ikan, dan sayuran, dapat membawa parasit atau telur parasit ke buah, sehingga risiko infeksi penyakit parasit meningkat. Terutama, karat pada pisau dapur akan bereaksi kimia dengan tanin dalam apel, sehingga membuat warna, aroma, dan rasa apel menjadi buruk. Lima, hindari makan buah segera setelah makan: makan buah segera setelah makan tidak membantu pencernaan, malah dapat menyebabkan perut kembung dan sembelit. Oleh karena itu, makan buah sebaiknya dilakukan 2 jam setelah makan atau 1 jam sebelum makan. Enam, hindari tidak berkumur setelah makan buah: beberapa buah mengandung banyak zat gula fermentatif yang bersifat korosif terhadap gigi. Jika tidak berkumur setelah makan buah, sisa buah di mulut dapat menyebabkan karies gigi. Tujuh, hindari makan buah secara berlebihan: konsumsi buah secara berlebihan dapat menyebabkan defisiensi tembaga dalam tubuh, yang kemudian menyebabkan peningkatan kolesterol darah dan berpotensi memicu penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, tidak disarankan mengonsumsi buah dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Kondisi "penyakit buah" yang dapat timbul akibat konsumsi buah berlebihan: 1. Alergi: yang paling umum adalah mangga dan nanas. Beberapa orang setelah makan langsung mengalami kesemutan dan bengkak di bibir, bahkan dalam kasus parah dapat muncul ruam kulit secara menyeluruh; 2. Batu ginjal: konsumsi buah persik berlebihan dapat menyebabkan batu ginjal, karena kandungan tanin dalam buah persik cukup tinggi. Selain itu, kapur yang digunakan untuk mengurangi rasa getir juga dapat mengendap dan membentuk kalsifikasi, memperbesar risiko pembentukan batu ginjal, terutama pada lansia yang mengonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan obstruksi usus; 3. Sembelit: menurut tinjauan TCM, apel dan buah nenas memiliki efek "mengencangkan", digunakan untuk mengatasi diare, oleh karena itu penderita sembelit sebaiknya menghindari konsumsi apel. Apel mengandung tanin yang tinggi, yang jika bergabung dengan protein akan membentuk protein tanin bersifat mengencangkan, sehingga mengurangi gerakan usus, memperpanjang waktu tinggal feses di usus, dan mudah menyebabkan sembelit; 4. Hipoglikemia: konsumsi lici berlebihan dapat menyebabkan hipoglikemia. Orang dengan tonsilitis kronis, radang tenggorokan, alergi mudah, dan diabetes sebaiknya tidak mengonsumsi lici segar secara berlebihan; 5. Sulit dicerna: durian mengandung protein nabati yang melimpah, sehingga sulit dicerna
|