Saat ini belum ada metode pengobatan pasti untuk demensia penuaan, namun nutrisi makanan yang seimbang dapat mencegah dan menunda munculnya penyakit ini. Kunci diet adalah asupan nutrisi yang seimbang: makan protein nabati, makanan tinggi kalsium, tambahkan vitamin E dan fosfolipid secukupnya, makan banyak sayuran dan buah segar, kurangi asupan aluminium dan tembaga, hindari lemak berlebih, gula dan garam berlebih. Berikut adalah metode makanan seimbang untuk mencegah demensia penuaan. ◆ Suntikan Asam Folat dan Vitamin B12 Terjadinya demensia penuaan berkaitan dengan defisiensi asam folat dan vitamin B12 dalam tubuh. Di beberapa rumah sakit Eropa, ketika melakukan tes darah pada ratusan pasien yang telah didiagnosis demensia penuaan, ditemukan bahwa kadar homosistein dalam darah mereka sangat tinggi. Karena asam folat dan vitamin B12 dapat menurunkan kadar homosistein dalam tubuh, maka suplementasi kedua zat ini dapat membantu mencegah terjadinya demensia penuaan. Selain makanan hewani seperti daging, telur, susu, ikan, dan kerang yang kaya akan vitamin B12, produk kedelai fermentasi juga menghasilkan vitamin B12 dalam jumlah besar, terutama tahu bau yang mengandung lebih banyak. ◆ Konsumsi Kedelai Secara Rutin Kedelai mengandung senyawa aktif seperti isoflavon, saponin, dan oligosakarida. Penelitian ilmuwan Amerika menunjukkan bahwa isoflavon kedelai memiliki efek perlindungan otak tertentu, struktur kimianya sangat stabil sehingga tidak rusak meskipun dimasak dengan cara menggoreng, merebus, atau menumis, dan tidak mengurangi manfaatnya. Dengan rutin mengonsumsi produk kedelai, seseorang dapat mendapatkan protein nabati yang cukup, mencegah gangguan lipid darah dan aterosklerosis, serta memiliki efek anti-kanker dan mencegah demensia penuaan. ◆ Makan Ikan atau Suplemen Minyak Ikan Secara Cukup Para peneliti Kanada meneliti 70 orang lansia di Toronto (dengan seperempat di antaranya menderita demensia penuaan) dan menemukan bahwa kadar asam lemak omega-3 (terutama asam lemak DHA) dalam darah orang sehat jauh lebih tinggi dibandingkan orang yang menderita demensia. Asam lemak ini banyak terdapat dalam ikan dan juga dapat mencegah penyakit jantung. Oleh karena itu, makan ikan secara rutin, terutama ikan berminyak seperti salmon, trout, dan cumi-cumi, dapat secara efektif mencegah demensia dan penyakit jantung. ◆ Tingkatkan Asupan Fosfolipid Para ilmuwan Jepang menemukan bahwa kekurangan asetilkolin merupakan penyebab utama demensia penuaan. Fosfolipid adalah bahan dasar yang digunakan otak untuk membentuk asetilkolin. Dengan mengonsumsi fosfolipid dari makanan, seseorang dapat mencegah demensia penuaan. Dalam menu makanan, kedelai dan turunannya, otak ikan, kuning telur, hati babi, wijen, talas, jamur, dan kacang tanah adalah makanan alami yang kaya akan fosfolipid. Setelah dikonsumsi, makanan-makanan ini memberikan nutrisi bermanfaat bagi otak, meningkatkan fungsi intelektual, dan menunda penuaan mental. ◆ Tingkatkan Asupan Asam Lemak Tak Jenuh dan Vitamin, Kurangi Garam Diet rendah garam, rendah lemak, dan tinggi asam lemak tak jenuh dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular. Vitamin (terutama vitamin E dan vitamin C) memiliki kemampuan membersihkan radikal bebas dan memperlambat penuaan. Buah dan sayuran seperti kiwi, buah ara, jambu biji, stroberi, jeruk kering, paprika, bawang putih muda, sawi hijau, dan bayam kaya akan vitamin C; sedangkan biji gandum, minyak kapas, minyak kedelai, minyak wijen, minyak jagung, kacang polong, ubi jalar, telur unggas, dan mentega kaya akan vitamin E. ◆ Kurangi Asupan Aluminium dan Tembaga Penelitian menunjukkan bahwa asupan aluminium dan tembaga yang berlebihan mudah menyebabkan demensia penuaan. Meskipun makanan biasa tidak mengandung banyak aluminium, beberapa bahan tambahan makanan sering mengandung aluminium, seperti ragi rumahan, pengental makanan asin, keju, dan biskuit soda. Meskipun jumlahnya tidak besar, tetap perlu diwaspadai oleh lansia agar tidak mengonsumsinya secara terus-menerus atau berlebihan. Kandungan aluminium dalam air minum juga tidak boleh diabaikan. Air permukaan biasanya tidak mengandung banyak aluminium, tetapi hujan asam yang semakin parah belakangan ini dapat melarutkan aluminium ke dalam air, menyebabkan asupan aluminium yang berlebihan. Banyak peralatan masak modern terbuat dari aluminium. Jika makanan yang terlalu asam atau asin disimpan terlalu lama dalam wadah aluminium, hal ini dapat menyebabkan peningkatan asupan aluminium dalam tubuh. Oleh karena itu, lansia harus waspada terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan peningkatan asupan aluminium. Tembaga berlebihan juga dapat menyebabkan demensia penuaan. Makanan yang kaya tembaga seperti bubuk kakao, teh kering, hati hewan, kacang walnut, dan selai wijen sebaiknya dikonsumsi secara terbatas. Selain itu, makanan yang kaya seng, mangan, selenium, dan germanium—seperti produk laut, kerang-kerangan, ikan, susu, kacang-kacangan, kacang-kacangan, ulat sutra, bawang putih, dan jamur—sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya demensia penuaan. Penderita asma saat kambuh mengalami batuk dan sesak napas terus-menerus, sulit tidur sepanjang malam, sangat menyakitkan; mereka sering alergi terhadap beberapa makanan dan harus menghindari makanan tertentu, sehingga kehilangan banyak kesenangan makan—ini juga merupakan suatu "penderitaan". Apakah seseorang yang menderita asma benar-benar tidak bisa menikmati makanan enak? Dari para ahli gizi diketahui bahwa penderita asma juga bisa "menyesuaikan" makanan mereka sendiri
|