Sup bayam yang sehat, sangat disarankan untuk dikonsumsi lebih banyak di musim semi. Musim semi cenderung kering, tubuh mudah panas, dan panas yang berlebihan bisa menyebabkan tukak mulut, sembelit, dll. Jika panas tidak hilang, racun dalam tubuh akan menumpuk, menyebabkan berbagai penyakit. Bayam adalah salah satu sayuran yang paling awal hadir di musim semi, sangat bermanfaat untuk detoksifikasi. Dalam *Bencao Qiuzhen* tertulis: "Semua kitab menyebutkan bahwa bayam baik untuk usus dan lambung. Karena teksturnya licin, maka bisa membuka saluran. Bayam memiliki tekstur licin dan bersifat melancarkan, cocok untuk orang yang sakit lama dengan sembelit, atau penderita wasir yang mengalami penyempitan saluran. Juga dikatakan bahwa bayam bisa menghilangkan racun panas dan racun alkohol. Karena sifatnya dingin, maka cocok untuk mengobati penyakit akibat panas lokal seperti bisul, infeksi, atau keracunan alkohol. Racun dan panas biasanya dimulai dari lambung, baru menyebar ke usus, oleh karena itu banyak obat yang masuk melalui rasa manis. Bayam memiliki tekstur licin, rasa dingin, dan manis, sehingga bisa masuk ke lambung dan usus untuk membersihkan panas dan racun, sehingga racun dan panas bisa dikeluarkan melalui usus." Ada banyak cara memasak bayam. Di masyarakat, musim semi dan musim panas sering dibuat menjadi salad bayam mustard. Sekarang banyak restoran kecil menyediakan hidangan ini. Caranya: tuangkan bubuk mustard ke dalam air panas atau dingin, tunggu sampai timbul rasa pedas, lalu encerkan dengan air. Cuci bersih bayam, rebus sebentar dengan air panas untuk menghilangkan pestisida atau kotoran di permukaan. Lalu bilas dengan air dingin, tiriskan, potong-potong kecil, masukkan ke dalam wadah keramik. Tambahkan mustard yang sudah diencerkan, cuka, garam, dan saus wijen. Rebus mie halus menjadi potongan 2 inci, rebus atau kukus dengan air panas, lalu campurkan ke dalam salad bayam mustard, aduk rata, siap disajikan. Hidangan ini tidak boleh menggunakan kecap, gunakan garam halus saja, bisa sedikit tambahkan monosodium glutamat dan minyak wijen, jangan terlalu banyak
|