Pada meja makan ada mangkuk sup hangat yang mengundang selera. Rebusan sup biasanya menggunakan bahan hewani yang kaya protein, terbaik menggunakan tulang sapi, kambing, babi, dan tulang ayam, bebek, dll. Caranya: cuci bahan bersih, masukkan ke dalam panci, tambahkan air dingin secukupnya sekaligus, rebus dengan api besar hingga mendidih, lalu turunkan api kecil, rebus selama 20 menit, buang busa, tambahkan jahe dan anggur masak sebagai bumbu, tunggu air mendidih kembali, rebus dengan api sedang selama 3–4 jam, agar protein dari bahan lebih banyak larut, sup menjadi berwarna putih susu, setelah dingin bisa mengeras, dianggap sup sudah matang. Bagaimana agar sup terasa lezat dan nikmat? Di sini juga ada triknya, yaitu tiga rebus, empat rebus lama, dan lima larangan. Tiga Rebus Empat Rebus Lama: "Rebus" berarti memasak makanan dengan api kecil, perlahan-lahan mengasapi. Rebus dapat membuat komponen gizi makanan larut secara efektif ke dalam air sup, mudah dicerna dan diserap tubuh. Meskipun rebusan sup dianggap sebagai pekerjaan rumah tangga yang rumit, bukan karena proses memasaknya rumit, tetapi karena waktu memasaknya panjang, kadang membutuhkan tenaga. Faktanya, membuat sup sangat mudah, asalkan kombinasi bahan tepat, tiga rebus empat rebus lama (istilah koki: rebus biasanya butuh dua hingga tiga jam, rebus lama butuh empat jam), cukup didiamkan perlahan di atas api. Api tidak boleh terlalu besar, kekuatan api ditentukan oleh tingkat mendidihnya sup, setelah mendidih, rebus perlahan dengan api kecil, kekuatan api sebaiknya hanya cukup untuk membuat sup tetap mendidih. Waktu rebus yang lama adalah faktor penting, tetapi juga perlu memperhatikan lima larangan berikut: 1. Jangan tambahkan air dingin di tengah proses rebusan; 2. Jangan menambahkan garam terlalu awal; 3. Jangan menambahkan terlalu banyak bumbu seperti bawang, jahe, anggur masak; 4. Jangan menambahkan terlalu awal dan terlalu banyak kecap; 5. Jangan biarkan sup mendidih terlalu hebat
|