Dalam pengobatan tradisional Tiongkok ada ajaran "ketidakberlangsungan mengakibatkan rasa sakit". Posisi tidur yang baik memastikan jalur qi di seluruh tubuh lancar, pembuluh darah berfungsi normal, sehingga dapat mengatur qi dan jiwa, memelihara pembuluh darah, menghilangkan kelelahan, serta menyegarkan pikiran. "Duduk seperti lonceng, berdiri seperti pinus, tidur seperti Buddha..." nenek moyang kita selalu memperhatikan posisi tidur. Jika kamu suka tidur telentang... Gambaran posisi tidur: Orang yang menggunakan posisi tidur seperti ini biasanya sangat lelah, atau dalam keadaan mabuk, langsung tertidur dalam kedalaman yang dalam saat berbaring telentang. Pada saat itu, tangan orang yang tidur secara tidak sadar diletakkan di atas dada. Perlindungan TCM: Saat tidur, bagian tubuh yang terbuka (seperti mata, hidung, mulut) menghadap ke atas, sementara qi dan cairan tubuh mengalir ke bawah. Misalnya, saat tidur pulas, karena wajah menghadap ke atas, lidah turun atau air liur masuk ke saluran napas dapat menyebabkan dengkuran atau batuk-batuk, bahkan menyebabkan stagnasi qi yang berujung pada kematian mendadak, sangat merugikan fungsi paru-paru. Oleh karena itu, saat tidur sebaiknya berputar badan dan mengganti posisi tidur. Jika kamu suka tidur telungkup... Gambaran posisi tidur: Tidur telungkup seperti bayi, yang cukup bagus bagi mereka yang sering mengeluarkan air liur saat tidur. Namun, jika dada tertekan ke kasur, maka bisa terjadi rasa sesak. Perlindungan TCM: Kerugian terbesar dari tidur telungkup adalah tekanan terhadap jantung. Jika berlangsung terlalu lama, atau karena kegemukan, dada terlalu tertekan, dapat mengganggu peredaran darah di seluruh tubuh, menyebabkan ketidaknyamanan jantung, sulit bernapas, dll. Dalam ajaran TCM, gagal jantung disebabkan oleh kekurangan qi. Oleh karena itu, saat tidur, yang paling penting adalah memastikan pernapasan yang lancar. Jika merasa sesak saat tidur telungkup, sebaiknya gunakan bantal tinggi untuk menjaga agar peredaran darah jantung tetap lancar. Rekomendasi khusus: Jika kamu suka tidur dengan tubuh membungkuk... Gambaran posisi tidur: Tidur dengan tubuh membungkuk bukan postur yang baik, tidak hanya seperti udang kecil, tetapi juga dapat merusak punggung dan leher. Perlindungan TCM: Menurut hasil survei medis, dari setiap 5 orang Tionghoa, ada satu orang yang mengalami nyeri punggung atau leher dalam 6 bulan terakhir. Dan posisi tidur yang buruk adalah penyebab utama nyeri punggung atau leher. Tubuh paling nyaman saat lurus. Dalam ajaran TCM, jika peredaran darah tidak lancar, akan timbul gejala kelemahan. Oleh karena itu, baik saat duduk, berdiri, maupun berbaring, posisi harus disesuaikan agar paling nyaman, jangan terus membungkuk. Untuk tidur selama 7–8 jam, tubuh harus tetap diregangkan. Jika kamu suka tidur dengan lengan sebagai bantal... Gambaran posisi tidur: Ini adalah posisi tidur yang sangat tidak sadar. Kamu mungkin sebelum tidur menaruh lengan di kepala untuk berpikir, tetapi tanpa sadar tertidur. Setelah bangun, kamu merasa lengan sudah bukan milikmu lagi, dari bahu sampai jari tidak bisa digerakkan. Perlindungan TCM: Tidur dengan lengan sebagai bantal, tidur selama beberapa jam tanpa bergerak, langsung menekan saraf karpal di lengan atas, menyebabkan mati rasa pada lengan bawah, pergelangan tangan, dan jari-jari. Inilah prinsip TCM: "Lancar → tidak sakit, Tersumbat → sakit". Saat tidur, qi dan pernapasan secara bertahap masuk ke keadaan stabil dan teratur. Dalam tidur yang dalam, gangguan peredaran darah pada anggota tubuh tidak terasa, sehingga cepat masuk fase mati rasa. Oleh karena itu, jangan membiasakan menaruh lengan di belakang kepala saat tidur. Jika kamu suka tidur dengan tubuh sepenuhnya miring... Gambaran posisi tidur: Tidur dengan tubuh sepenuhnya miring menekan separuh tubuh. Jika satu sisi lengan dan kaki tertekan, awalnya tidak terasa, tetapi ketika menjadi kebiasaan, akan menyebabkan stagnasi darah. Perlindungan TCM: Menurut survei ahli, dari 2000 pasien stroke, lebih dari 95% memiliki kebiasaan tidur dengan tubuh sepenuhnya miring dan menekan separuh tubuh. Posisi tidur seperti ini memperparah gangguan aliran darah pada penderita arteriosklerosis, terutama memperlambat kecepatan aliran darah di leher, sehingga mudah terbentuk trombus di tempat cedera pada dinding pembuluh darah. Untuk menghindari risiko ini, lebih baik mengganti posisi tidur secara berkala antara tidur telentang dan setengah miring. Rekomendasi posisi tidur unggulan: "Tidur Setengah Miring" Dalam "Qianjin Yaofang · Daolin Yangxing" disebutkan: "Berbaring miring dengan lutut ditekuk, bermanfaat bagi kekuatan tubuh, lebih baik daripada berbaring lurus." Ini menyarankan untuk tidur miring. Namun, istilah "miring" dalam ajaran ini merujuk pada "setengah miring", yang memastikan relaksasi seluruh tubuh, peredaran darah lancar, dan organ-organ dalam bekerja dengan baik. Saat tidur, posisi tubuh tidak bisa tetap sama selamanya; selama satu malam, tubuh pasti harus berputar beberapa kali untuk mencari posisi yang nyaman. Faktanya, tidak peduli bentuk posisi tidur apa pun, yang penting adalah rileks dan tidur dengan nyaman.
|