Dalam kehidupan sehari-hari, manfaat musik dalam membawa kebahagiaan sudah jelas. Selain itu, beberapa penelitian sebelumnya membuktikan bahwa musik dapat membantu mengurangi stres. Tetapi musik seperti apa yang bisa menenangkan emosi seseorang? Baru-baru ini, sebuah laporan penelitian ilmiah dari Inggris menunjukkan bahwa musik dengan tempo lambat dapat membantu menenangkan emosi tegang, dan setelah musik berhenti, detak jantung dan sistem sirkulasi darah orang yang mendengar musik akan mengalami penyesuaian lebih lanjut. Orang yang pernah belajar musik secara profesional dapat mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih jelas dari musik. Peneliti dalam studi ini menyatakan bahwa uji mereka membuktikan bahwa musik dengan tempo lambat dan suara yang tenang dapat membuat organ pernapasan manusia bernapas lebih pelan saat menghirup dan menghembuskan napas. Ini merupakan bukti ilmiah pertama yang menunjukkan bahwa musik dapat dengan mudah membuat kecepatan pernapasan manusia menjadi lebih lambat. Ketika kecepatan pernapasan menjadi lebih lambat, tekanan darah biasanya turun, dan juga membantu paru-paru bekerja lebih efisien. Dalam penelitian ini, peneliti mengundang 12 musisi dan 12 orang biasa tanpa pendidikan musik profesional untuk mengikuti eksperimen reaksi fisiologis. Mereka memilih berbagai jenis musik dengan gaya dan ritme berbeda, termasuk musik klasik India yang sangat lambat, simfoni ke-9 Beethoven yang lambat, musik klasik Vivaldi yang cepat, musik sintetis elektronik, dan musik Anton Webern yang lambat namun variasinya banyak. Peneliti meminta setiap peserta mendengarkan potongan musik yang dipilih selama dua menit pertama dengan urutan berbeda, kemudian setiap dua menit mendengarkan empat menit musik yang sama. Hasil uji menunjukkan bahwa musik dengan ritme cepat dan struktur melodi sederhana dapat mempercepat pernapasan dan meningkatkan tekanan darah serta detak jantung. Setelah musik berhenti, detak jantung, tekanan darah, dan kecepatan pernapasan mulai menurun, kadang-kadang bahkan turun lebih rendah dari titik awal. Sedangkan musik yang lambat dapat membuat detak jantung menjadi lebih lambat. Di antaranya, musik klasik India memiliki efek paling jelas dalam memperlambat detak jantung. Peneliti menyatakan bahwa sebelumnya belum ada penelitian komparatif tentang dampak berbagai jenis musik terhadap sistem kardiovaskular dan pernapasan manusia. Penelitian komparatif mereka menunjukkan bahwa kunci untuk menenangkan emosi tegang bukan terletak pada jenis musik yang disukai oleh pendengar, tetapi pada kecepatan musik itu sendiri. Peneliti juga menyatakan bahwa stres dan emosi tegang dapat berdampak negatif pada sistem kardiovaskular manusia. Musik tidak hanya dapat mengurangi stres, tetapi juga dapat meningkatkan efektivitas pengobatan penyakit kardiovaskular. Selain itu, musik juga dapat membantu pasien dengan gangguan saraf dalam proses rehabilitasi untuk memperbaiki fungsi motorik mereka
|