Banyak restoran menyajikan hidangan bernama "Hasil Besar", menggabungkan wortel, selada, tomat, mentimun, dan sayuran lainnya untuk dimakan mentah dengan saus. Memang benar bahwa makanan mentah membantu menjaga nutrisi, tetapi jika ada mentimun dalam hidangan ini, nilai gizi akan sangat menurun. Dari segi mentimun sendiri, ia adalah sayuran yang enak dan bergizi. Secara tekstur, mentimun berdaging renyah, berair, manis, aromatik; secara nutrisi, mengandung protein, lemak, karbohidrat, berbagai vitamin, selulosa, serta kalsium, fosfor, besi, kalium, natrium, magnesium dalam jumlah tinggi. Terutama serat halus dalam mentimun dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah, mempercepat gerakan usus, mempercepat pengeluaran limbah, memperbaiki metabolisme tubuh. Asam propanediol dalam mentimun segar juga dapat secara efektif menghambat konversi karbohidrat menjadi lemak, sehingga sering mengonsumsi mentimun dapat membantu menurunkan berat badan dan mencegah penyakit jantung koroner. Mengapa dalam "Hasil Besar" sebaiknya tidak ada mentimun? Karena mentimun mengandung enzim pemecah vitamin C, yang dapat merusak vitamin C dalam sayuran lain. Tomat dalam "Hasil Besar" adalah contoh sayuran yang kaya vitamin C. Jika dikonsumsi bersama, vitamin C yang kita dapat dari tomat akan rusak oleh enzim pemecah dalam mentimun, sehingga tidak bisa mencapai efek penambahan nutrisi. Selain makan "Hasil Besar", sering kita lihat orang makan mentimun, lalu makan tomat; atau di meja makan sudah ada "telur dadar dengan tomat", lalu menambahkan "mentimun tumis daging"; cara-cara makan seperti ini tidak benar. Selain itu, semakin tinggi kandungan vitamin C dalam makanan, semakin parah kerusakan yang disebabkan oleh enzim pemecah mentimun. Wortel, brokoli, kangkung, pare, dan sayuran lain juga mengandung vitamin C dalam jumlah tinggi, sebaiknya tidak dikonsumsi bersama mentimun. Sudah diketahui bahwa vitamin C sangat penting bagi tubuh manusia, dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah skorbut, dan melawan infeksi. Jika vitamin C sangat kurang, bisa menyebabkan gejala seperti perdarahan gusi, perdarahan subkutan, perdarahan hidung, menstruasi berlebihan. Salah satu cara utama kita mendapatkan vitamin C dalam kehidupan sehari-hari adalah melalui konsumsi sayuran dan buah-buahan, oleh karena itu, di satu sisi harus makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan, mengonsumsi vitamin C dalam jumlah besar; di sisi lain, harus menghindari mengonsumsi bersama mentimun sebisa mungkin, agar nilai gizi tetap terjaga. Maka, mentimun sebaiknya dikombinasikan dengan makanan apa? Di wilayah selatan sering menggunakan mentimun rebus dengan ikan nila, cobalah membuatnya. Cara membuatnya: Ikan nila segar sekitar 300 gram, potong menjadi potongan sepanjang sekitar 5 cm; potong mentimun tipis-tipis. Panaskan wajan di atas api besar, tuangkan minyak hingga panas, tumis potongan ikan hingga renyah, tambahkan bawang putih, serai, mentimun, tumis, lalu tambahkan garam, MSG, kaldu, rebus hingga kaldu berubah menjadi putih susu, tambahkan daun kemangi, didihkan, buang busa, tuangkan ke mangkuk, taburi daun bawang dan bubuk lada hitam. Hidangan ini kaya nutrisi, segar dan lezat. Dari sudut pandang TCM, mentimun bersifat dingin, rasanya manis, dapat melembabkan tubuh, menghilangkan dahaga, menghilangkan panas, mengurangi pembengkakan dan mengurangi retensi cairan, mengobati radang tenggorokan dan pembengkakan pada anggota tubuh. Namun, karena mentimun bersifat dingin, penderita sakit perut akibat kelemahan limpa dan usus, atau diare kronis sebaiknya menghindarinya.
|