Cuka adalah salah satu bumbu penting di dapur, memiliki banyak manfaat kesehatan, namun rasa asamnya membuat banyak orang enggan mengonsumsinya. Namun, minuman cuka yang dibuat dari jus buah dan cuka tua memiliki rasa asam yang seimbang dengan manis, manis yang menyelimuti asam, menghilangkan rasa asam murni cuka, sekaligus memberikan aroma manis dari jus buah, sehingga minumannya sangat enak. Minuman cuka perlahan-lahan masuk ke restoran-restoran besar, banyak warga, terutama wanita, saat makan di restoran biasanya memesan minuman cuka. Meski agak asam, minuman cuka memiliki rasa yang enak, serta membantu kecantikan kulit, pencernaan, dan menurunkan berat badan. Minuman cuka dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti minuman cuka campuran buah, cuka es, cuka jeruk, lemon, longan, anggur, pisang, apel, dan belasan varian lainnya, serta cuka kecantikan seperti cuka kecantikan, cuka cantik, cuka ratu yang dibuat dari bahan seperti beras, rehmannia glutinosa, bubuk mutiara, dan serbuk bunga. Cara minumnya juga beragam, ada yang dicampur es, disebut "Ice Crystal XO", ada yang disebut "Cinta Merah Negeri Selatan", yang sebenarnya adalah campuran cuka dan Sprite. Bahkan bisa dibuat seperti koktail dengan berbagai rasa. Karena bahan tambahannya berbeda-beda, manfaat kesehatan minuman cuka juga berbeda. Cuka apel dapat memperkuat jantung, meningkatkan energi, menghasilkan air liur, menghentikan batuk, memperkuat lambung dan limpa; cuka tomat dapat membersihkan panas, menyeimbangkan hati, menyejukkan tubuh, menghilangkan haus; cuka lidah buaya memiliki efek menekan ritme jantung, melebarkan pembuluh darah, meningkatkan sel darah merah, serta mencegah kanker. Minum sesuai kondisi tubuh sendiri. Minuman cuka memang memiliki manfaat kesehatan tertentu, tetapi menggunakan minuman cuka untuk mengobati penyakit, terutama hepatitis virus, hipertensi, bahkan untuk menurunkan berat badan, saat ini belum memiliki dasar ilmiah yang cukup. Bahkan bagi orang dengan sistem pencernaan yang sangat sehat, sebaiknya tidak minum minuman cuka saat perut kosong, karena dapat merangsang produksi asam lambung berlebihan dan merusak dinding lambung. Minum cuka secara terus-menerus dapat merusak gigi hingga kehilangan kalsium. Minuman cuka adalah zat asam, konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat mengganggu keseimbangan asam-basa tubuh, dan bagi penderita penyakit ginjal kronis bahkan dapat menyebabkan asidosis. Asupan harian maksimal adalah 2–3 gelas minuman cuka. Jika melebihi batas ini, akan menyebabkan kerusakan berbeda pada sistem pencernaan. Produk minuman cuka di pasaran sering mengandung banyak gula, konsumsi rutin dapat meningkatkan kalori, dan secara bertahap menyebabkan kegemukan. Bagi mereka yang dinding lambung tipis, produksi asam lambung berlebihan, atau menderita maag atau bisul duodenum, sebaiknya sangat berhati-hati dalam mengonsumsi minuman cuka, jangan mencoba secara gegabah. Jika dilakukan, kondisi penyakit bisa memburuk.
|