Dari musim dingin hingga awal musim semi, banyak orang menderita karena cuaca kering. Di antaranya, banyak yang mengalami gangguan penyakit akibat sensitivitas terhadap lingkungan kering, yaitu pasien sindrom kering. Dokter Li Bojian, pakar dermatologi TCM dari Departemen Kulit Rumah Sakit Guang'anmen Akademi TCM Tiongkok, mengatakan bahwa gejala paling mencolok pada pasien sindrom kering adalah "ingin menangis tapi tak ada air mata", dan data klinis menunjukkan bahwa sindrom kering lebih sering terjadi pada wanita daripada pria—ini fakta yang tidak bisa disangkal. Meskipun penyebab pasti sindrom kering pada wanita belum sepenuhnya diketahui, dari fakta bahwa kebanyakan pasien berusia 40–50 tahun, dapat disimpulkan bahwa kondisi ini berkaitan dengan gangguan hormonal menopause. Oleh karena itu, wanita yang masih dalam masa pra-menopause perlu meningkatkan kesadaran akan penyakit ini. Secara umum, sindrom kering ditandai oleh gejala utama "mata kering (mukosa konjungtiva rusak)" dan "haus (mukosa rusak)". Profesor Li menjelaskan bahwa sindrom kering primer mungkin terkait virus dan faktor genetik, sedangkan sindrom kering sekunder sering terkait dengan rheumatoid arthritis, lupus eritematosus sistemik, sklerodermia, dan miosititis multipel. Penyakit ini sebenarnya merupakan penyakit sistemik yang disebabkan oleh gangguan organ dalam dan imunitas: karena kelenjar eksokrin rusak oleh sel limfosit, fungsi sekresi kelenjar secara bertahap hilang. Berkurangnya produksi air mata menyebabkan pasien merasa mata kering dan terasa terbakar, bahkan bisa menyebabkan infeksi konjungtiva dan ulkus, serta menyebabkan katarak dan glaukoma. Berkurangnya produksi air liur menyebabkan pasien sering merasa haus, lidah kering dan retak, kesulitan mengunyah dan menelan. Wanita juga mengalami vagina kering dan atrofi vulva. Dalam istilah TCM, sindrom kering disebut sebagai "toksin kering". Pengobatan utama adalah "menjaga yin dan mengisi qi". Selain itu, Profesor Li menekankan bahwa prinsip terapi makanan "tiga bagian pengobatan, tujuh bagian perawatan" sangat cocok untuk pasien sindrom kering. Ia menyarankan agar pasien dalam kehidupan sehari-hari mengikuti prinsip "makanan berair, segar, lunak, dan hindari pedas". Dalam pemilihan makanan, lebih baik memilih umbi-umbian yang menguatkan qi dan melembabkan yin seperti ubi kayu, kentang, ubi jalar (yang berwarna merah lebih baik), kacang walnut untuk menguatkan ginjal, kaldu tulang untuk menguatkan limpa, buah-buahan kaya vitamin C seperti buah arbei dan tomat, serta wortel kaya vitamin B. Selain itu, pasien dengan mulut kering parah bisa rutin minum teh dari herbal seperti Mai Dong dan Sha Shen. Penting juga menjaga kebersihan mulut: sikat gigi segera setelah makan, hindari makanan manis. Jika terjadi infeksi mulut atau gigi berlubang, segera tangani.
|