Komite Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sidang ke-113 menyampaikan saran mengenai pilihan makanan, termasuk mengurangi asupan lemak jenuh dan menggantinya dengan lemak tak jenuh, serta meningkatkan konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, untuk menjalani gaya hidup sehat. Terhadap daftar makanan yang direkomendasikan oleh WHO, wartawan melakukan wawancara dengan ahli nutrisi terkait. Nutrisionis dari Departemen Nutrisi Rumah Sakit Umum Guangzhou Angkatan Darat Guangzhou, Ms. Xie, menjelaskan makanan yang direkomendasikan oleh WHO. Menurutnya, makanan terbaik yang direkomendasikan oleh WHO didasarkan pada peningkatan fungsi imun tubuh, antioksidan, pencegahan penyakit kardiovaskular, serta pengurangan risiko kanker. Makanan dalam daftar ini kaya akan vitamin A, E, C, serta mengandung selenium dan indol yang bersifat anti-kanker. Selain itu, penting untuk mengonsumsi makanan kaya serat kasar, mineral, dan vitamin, serta mengendalikan asupan lemak tak jenuh berlebihan. Makanan Sayuran Terbaik: Ubi jalar adalah nomor satu di antara semua sayuran, diikuti oleh asparagus, kubis, brokoli, seledri, terung, bit, wortel, chrysanthemum, jamur enoki, sawi putih, sawi hijau. Penjelasan Ahli: Ubi jalar mengandung vitamin A yang tinggi, juga vitamin C yang cukup tinggi, merupakan sayuran anti-kanker terbaik. Asparagus dapat memperbaiki metabolisme tubuh, menghilangkan kelelahan. Zat nitrogen non-protein seperti asparagin dan aspartat yang terkandung di dalamnya memiliki efek tersebut; kandungan mangan dan kromium dapat mencegah penyakit kardiovaskular; molibdenum dapat menghambat sintesis nitrit yang berbahaya bagi tubuh (nitrit memiliki efek karsinogenik). Kubis, seledri, terung, bit, jamur enoki, sawi hijau, mengandung vitamin C tinggi, serta zat antioksidan yang dapat menghentikan aktivitas zat karsinogenik, meningkatkan jumlah senyawa detoksifikasi, dan menghambat zat karsinogenik seperti nitrosamin dan senyawa karbon aromatik poliklik. Makanan Buah Terbaik: Sepuluh buah terbaik secara berurutan adalah markisa, stroberi, jeruk, limau, kiwi, mangga, aprikot, persik, dan semangka. Penjelasan Ahli: Buah terbaik dinilai berdasarkan kombinasi vitamin, mineral, serat, dan kalori. Markisa, disebut "raja buah", mengandung zat markisin yang memiliki efek anti-kanker. Stroberi, limau, jeruk, kiwi (buah ajaib), mangga, aprikot, persik, tomat, kaya akan vitamin C dan karotenoid, memiliki efek antioksidan, menghilangkan radikal bebas, dan mencegah terjadinya kanker. Radikal bebas tidak memberikan dampak langsung seperti kecelakaan, tumor, nyeri, atau demam, karena radikal bebas berada di dalam tubuh, kerusakannya dimulai dari kerusakan sel dan jaringan. Proses ini seperti menambahkan garam tak berwarna ke dalam air bersih—hanya ketika jumlah garam cukup banyak baru terasa asin, jika melebihi batas akan terasa pahit. Radikal bebas adalah penyebab utama penuaan tubuh. Selain itu, makanan ini juga perlu dikonsumsi dalam jumlah terkendali, misalnya persik tidak boleh terlalu banyak, karena bisa membentuk batu di lambung; jika jeruk terlalu banyak, bisa menyebabkan panas dalam. Makan buah saat perut kosong tidak selalu baik, lebih baik makan di antara waktu makan. Makanan Daging Terbaik: Daging ayam, bebek, dan angsa. Penjelasan Ahli: Daging angsa dan bebek, meskipun kandungan lemaknya tidak kalah dengan daging ternak, struktur kimianya mirip minyak zaitun, baik bagi penderita jantung, serta sumber protein hewani yang baik. Makanan Sup Terbaik: Sup ayam. Penjelasan Ahli: Dokter psikiatri Amerika menemukan bahwa saat depresi, minum sup ayam dapat merangsang sekresi adrenalin dalam tubuh, membuat suasana hati lebih segar. Selain itu, sup ayam betina mengandung zat khusus yang dapat mencegah flu, sangat cocok dikonsumsi di musim semi dan musim dingin. Oleh karena itu, saat musim semi seperti sekarang, merebus sup ayam secara rutin sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makanan Terbaik untuk Otak: Sayuran seperti bayam, daun bawang, bawang, kol, paprika, kacang polong, tomat, wortel, sawi hijau muda, daun bawang, seledri, kacang-kacangan seperti kacang walnut, kacang tanah, kacang cashew, kacang macadamia, kacang mete, kacang almond, kedelai, serta nasi merah dan hati babi. Penjelasan Ahli: Bagi otak, tidak semua makanan bermanfaat. Makanan seperti makanan goreng, mie instan, hamburger, dan daging berlemak dapat menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah otak, mengganggu aliran darah, menyebabkan kekurangan darah otak. Untuk melindungi otak, perlu mengonsumsi makanan yang bisa mencegah penyakit pembuluh darah otak—disebut "zat reduktor". Makanan berikut mengandung vitamin E, yang memiliki efek reduktor, membantu menjaga elastisitas dinding pembuluh darah: kacang walnut, kacang tanah, kacang cashew, kacang mete, kacang almond, kedelai, serta nasi merah. Hati babi kaya akan vitamin A dan vitamin B kompleks, nilai gizi tinggi, dan harganya murah, mudah didapat di pasar. Namun, tidak disarankan mengonsumsi terlalu banyak karena hati babi adalah organ detoksifikasi babi, dan lingkungan sekitar saat ini tercemar cukup parah, makanan dan lingkungan tempat babi hidup juga terkontaminasi, sehingga organ detoksifikasi babi juga berpotensi terkontaminasi. Jika manusia mengonsumsi, bisa membawa kontaminasi tersebut ke tubuh manusia. Minyak Makan Terbaik: Minyak jagung, minyak dedak padi, minyak wijen lebih baik. Campuran minyak nabati dan minyak hewani dengan perbandingan 1:0,5 hingga 1:1 lebih baik. Penjelasan Ahli: Minyak jagung, minyak dedak padi, dan minyak wijen mengandung asam lemak tak jenuh dalam jumlah tinggi, merupakan komponen esensial bagi jaringan tubuh, serta dapat membersihkan kolesterol dari dinding pembuluh darah, sehingga secara signifikan mengurangi risiko hiperlipidemia, aterosklerosis, dan penyakit jantung koroner. Perbandingan campuran minyak 1:0,5 hingga 1:1 mengacu pada perbandingan minyak nabati dan minyak hewani, atau lebih tepatnya perbandingan asam lemak tak jenuh ganda dan asam lemak tak jenuh. Minyak nabati mengandung asam lemak tak jenuh ganda, sedangkan minyak hewani mengandung asam lemak tak jenuh (gabungan asam lemak tak jenuh ganda dan tunggal). Konsumsi berlebihan asam lemak tak jenuh ganda dapat menghasilkan radikal bebas, menyebabkan agregasi platelet, trombosis, penuaan tubuh, dan meningkatkan risiko kanker. Namun, dari sudut pandang dialektika, asam lemak tak jenuh, terutama asam lemak tak jenuh tunggal, juga penting dalam jumlah yang tepat, sehingga campuran minyak hewani dalam proporsi tertentu juga bermanfaat bagi tubuh.
|