Sayuran sebaiknya dimakan mentah Saat musim panas nafsu makan menurun, banyak orang lebih suka makan makanan lalu-lalang. Penelitian ilmu gizi membuktikan bahwa makan sayuran mentah dapat mempertahankan nutrisi seoptimal mungkin, karena beberapa zat aktif biologis penting dalam sayuran akan berubah struktur internalnya dan kehilangan fungsinya jika terpapar suhu di atas 55℃. Di samping itu, sayuran mengandung zat imun — interferon inducer — yang memiliki fungsi menghambat kanker sel manusia dan melawan virus infeksi. Namun zat ini tidak tahan panas, hanya dapat berfungsi jika sayuran dimakan mentah. Oleh karena itu, dalam kehidupan sehari-hari, semua sayuran yang bisa dimakan mentah sebaiknya dimakan mentah, agar kerugian nutrisi bisa diminimalkan. Bayam dan Bawang Merah Harus Direbus Dulu Tidak semua sayuran bisa digunakan untuk makanan lalu-lalang. Misalnya sayuran yang mengandung pati seperti kentang, ubi jalar, dan sagu harus dimasak matang, karena jika tidak, butiran pati tidak akan pecah, sehingga sulit dicerna tubuh. Beberapa jenis kacang seperti kacang polong dan kacang hijau mengandung protein beracun, jika dimakan mentah bisa menyebabkan keracunan makanan, meskipun hanya untuk makanan lalu-lalang, harus direbus terlebih dahulu. Bayam, amaranth, kangkung, terung buluh, bawang merah, dan bunga kol termasuk sayuran yang mengandung asam oksalat tinggi. Di usus, asam oksalat akan bereaksi dengan kalsium membentuk kalsium oksalat yang sulit larut, mengganggu penyerapan kalsium oleh tubuh. Oleh karena itu, sayuran-sayuran ini harus direbus dengan air mendidih sebelum dibuat lalu-lalang, untuk menghilangkan sebagian besar asam oksalat. Tambahkan Bawang Putih dan Jahe Saat Memasak Karena suhu musim panas tinggi, mikroorganisme berkembang pesat, musim ini rentan terhadap wabah penyakit pencernaan. Oleh karena itu, peralatan pembuatan makanan lalu-lalang seperti pisau, talenan, dan wadah harus sangat bersih. Sebelum digunakan, harus dibersihkan dengan air panas. Hindari menggunakan talenan dan pisau yang pernah dipakai untuk memotong daging mentah. Selain itu, sayuran sebaiknya direndam dalam air garam encer selama 30 menit sebelum dimakan, untuk mengurangi residu pestisida seoptimal mungkin. Menambahkan cuka, bawang putih, dan jahe saat memasak juga bisa membantu membunuh bakteri. Zat-zat seperti gingerol dalam jahe dan allicin dalam bawang putih memiliki fungsi antioksidan yang kuat, dapat memperlambat penuaan dan melindungi dari radiasi. Untuk makanan lalu-lalang, sayuran yang digunakan sebaiknya segar. Beberapa sayuran yang disimpan di dalam kulkas cukup lama akan kehilangan rasa manis dan tekstur renyah aslinya, serta mengalami penurunan nutrisi, sehingga tidak cocok digunakan untuk makanan lalu-lalang. Makanan lalu-lalang yang sudah jadi cepat rusak, sebaiknya selesai dimakan dalam hari yang sama. Rekomendasi: Kacang Panjang dengan Air Jahe Siapkan 5 gram garam halus, 20 gram air jahe (potong jahe tua, rendam dengan air panas selama setengah jam), 2 gram mononatrium glutamat, 10 gram minyak wijen, masukkan ke dalam mangkuk kecil. Ambil 300 gram kacang panjang muda, cuci bersih, rebus dalam air mendidih selama sekitar 6 menit, agar tidak mentah dan tetap renyah. Angkat, potong menjadi potongan 6 cm, susun di piring membentuk bentuk tangga, siram dengan saus yang telah disiapkan sebelumnya.
|