Sekalipun banyak orang percaya pada obat ajaib untuk kecerdasan atau menghabiskan banyak uang untuk kursus otak, lebih baik coba 10 latihan sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari, membentuk gaya hidup sehat, agar otak lebih cerdas di tahun baru. 1. Mainkan untuk mengembangkan kreativitas—meski pemula, orang tua yang bermain game yang membutuhkan pemikiran, penilaian, dan strategi, memiliki risiko 50% lebih rendah terkena demensia dibanding yang tidak bermain game. 2. Latih respons cepat—mainan elektronik seperti Nintendo, bola logam kecil dapat melatih kemampuan respons cepat, dan setelah fokus cepat, otak bisa rileks. Profesor neurologi Universitas George Washington, Reistack, menyarankan saat istirahat kerja, mainkan permainan melempar kertas: berdiri membelakangi tempat sampah sekitar 6 kaki, lalu lempar kertas ke dalam tempat sampah dengan cepat. 3. Ciptakan pengalaman baru dalam kehidupan—kehidupan monoton akan membunuh potensi otak. Ahli biologi saraf dari Universitas Duke, Katz, dalam buku *Buat Otakmu Jadi Baru*, menganjurkan untuk mengubah kebiasaan dan menciptakan pengalaman baru. Misalnya, pilih rute baru ke kantor atau sekolah, perhatikan suara, aroma, pemandangan baru di jalan tersebut; makan di restoran berbeda setiap hari, cicipi rasa baru, agar pengalaman sensorik menjadi lebih beragam. 4. Nikmati keindahan perjalanan mandiri—tujuan perjalanan adalah membuka wawasan dan merasakan rangsangan lingkungan baru. Jadi, saat bepergian ke luar negeri, hindari tur besar atau tur yang menggunakan bahasa Mandarin, lebih baik pilih perjalanan mandiri atau wisata bebas, terutama sewa mobil atau gunakan transportasi umum, kunjungi pasar lokal, habiskan waktu lebih lama di area rempah atau herbal, cium aroma yang belum pernah Anda sentuh, ajak bicara penduduk lokal, agar otak tetap siap menghadapi tantangan baru. Tantangan tak terduga akan membantu sel saraf otak membentuk koneksi baru. 5. Gunakan musik untuk relaksasi—dipercaya bahwa mendengarkan musik Mozart dapat memperbaiki persepsi spasial dan mempromosikan perkembangan logika otak. Namun, terapis musik bersertifikat AMTA dari Amerika Serikat, Xiu Qiping, mengatakan bahwa "efek Mozart" adalah hasil dari pemotongan informasi media dan promosi pasar. Peneliti awal yang melakukan studi ini kemudian mengakui bahwa sampel terlalu kecil dan durasi penelitian terlalu singkat, sehingga tidak cukup bukti bahwa musik Mozart memberi manfaat jangka panjang bagi perkembangan otak. Setiap orang memiliki persepsi musik yang subjektif. Di bidang terapi musik, saat ini tidak ada resep langsung. Manfaat utama musik bagi umum adalah mengurangi stres dan relaksasi. Setiap orang memiliki gaya musik yang unik. Bagi kelompok khusus seperti anak autis atau sindrom Down, musik dapat membantu lebih jauh dalam memperbaiki gerakan tubuh, kemampuan bahasa, atau hiperaktivitas. 6. Makan makanan tepat untuk kesehatan otak—makanan kaya asam lemak Omega-3 membantu sel otak tetap lentur dan elastis, serta mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan stroke. Contohnya: alpukat, minyak canola, minyak biji rami, minyak zaitun, sayuran hijau, salmon, tuna, trout. Makanan nabati yang kaya antioksidan alami melindungi sel otak dari kerusakan radikal bebas dan meningkatkan daya ingat. Contohnya: plum, kismis, blueberry, stroberi, cranberry, bayam, plum, brokoli, jeruk. 7. Membaca adalah aktivitas otak penuh—menurut Hong Lan, membaca melibatkan korteks visual, tangan harus membalik halaman, mata harus bergerak, huruf di buku diubah menjadi suara, suara disimpan di otak depan menjadi makna. Membaca meningkatkan kecerdasan; setiap kata yang dibaca akan merangsang kata-kata terkait, sehingga juga meningkatkan kreativitas dan imajinasi. 8. Aktifkan pengalaman sensorik penuh—lihat langkah-langkah bayi kecil mengenal hal baru: selalu menyentuh, melihat, mencium, bahkan menggigit. Direkomendasikan untuk melakukan hal yang sama dengan menggunakan berbagai indera, termasuk indra yang jarang digunakan seperti penciuman dan sentuhan, menghindari pola prediksi otak, sehingga membentuk peta koneksi saraf baru. Misalnya, saat pulang, tutup mata dan cari saklar lampu, ingat di mana meletakkan sepatu, posisi kursi dan meja, arah kamar. Saat membawa anak belanja, ajari dia membaca daftar belanja, melatih kemampuan membaca bahasa; bersama-sama bandingkan harga, melatih kemampuan matematika; ajari dia mengenali posisi barang di rak, melatih kemampuan spasial. 9. Olahraga membuat otak tetap muda—olahraga merangsang pelepasan hormon endorfin alami yang mengurangi depresi, sementara olahraga rutin seperti bermain bola atau pekerjaan rumah tangga dapat menekan aktivitas berlebihan inti amigdala yang mengatur emosi, mencegah emosi negatif datang. Olahraga aerobik meningkatkan metabolisme tubuh, membawa oksigen ke otak. Ilmuwan saraf dari Universitas Illinois, Kunkel, menyarankan berjalan cepat selama 15 menit sehari cukup untuk menjaga kondisi tubuh prima dan memperlambat kerusakan sel saraf otak. 10. Berpikir dengan "ruang kosong"—latihan otak bukan berarti membuat otak lelah. Penelitian Stanford menemukan bahwa hewan laboratorium yang terpapar hormon stres jangka panjang mengalami penyusutan pada hippocampus, pusat belajar dan ingatan. Profesor psikologi dari Williams College, Massachusetts, Solomon, mengatakan bahwa stres membuat fokus terganggu dan daya ingat menurun. Para ahli menyarankan, meski sibuk, setiap hari luangkan waktu 30 menit hingga satu jam untuk merapikan pikiran, duduk tenang atau meditasi adalah cara bagus mengurangi stres
|