Banyak orang percaya bahwa permainan intelektual membantu menjaga kesehatan otak, padahal mengonsumsi makanan yang tepat pun dapat memberikan efek serupa. Baru-baru ini, psikolog ternama Amerika Serikat dan penulis kolom majalah "Today's Psychology", Haralamano, merekomendasikan sepuluh makanan yang baik untuk otak. Makanan-makanan ini membantu melindungi sel-sel otak yang rentan dan mencegah kerusakan pembuluh darah akibat penuaan. Tentu saja, struktur makanan berbeda-beda di tiap negara, sehingga daftar ini hanya bersifat referensi. 1. Bayam Bayam memiliki kemampuan antioksidan yang sangat kuat, membantu memperlambat gangguan kognitif dan kerusakan sistem saraf pusat akibat penuaan. Bayam adalah salah satu sumber terbaik antioksidan vitamin C dan vitamin E, sangat bermanfaat bagi orang tua. Ilmuwan dari Pusat Riset Nutrisi Lanjut Usia Boston, Amerika Serikat, baru-baru ini memberikan ekstrak bayam kepada delapan wanita lanjut usia, hasilnya menunjukkan efek antioksidan yang sangat kuat, meningkatkan kemampuan antioksidan tubuh mereka sebesar 20%, setara dengan asupan vitamin C 1250 mg. 2. Sayuran hijau gelap Metabolisme protein menghasilkan zat bernama homosistein, yang tidak berbahaya dalam jumlah normal, tetapi jika terlalu tinggi dapat menyebabkan gangguan kognitif dan penyakit jantung. Jika homosistein teroksidasi, dapat merusak dinding arteri. Vitamin B6 atau B12 dapat mencegah oksidasi homosistein, dan sayuran hijau gelap memiliki kandungan vitamin tertinggi. 3. Salmon Asam lemak omega-3 dalam ikan memiliki efek pelindung terhadap sistem saraf, membantu menjaga kesehatan otak. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan ikan, terutama salmon, sardin, dan ikan tuna, minimal satu kali seminggu, memiliki risiko demensia yang jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang makan ikan. Makan ikan juga membantu meningkatkan aktivitas sel saraf, sehingga meningkatkan kemampuan belajar dan daya ingat. 4. Jus anggur atau anggur merah Mengonsumsi jus anggur secara rutin dapat memperpanjang usia hidup. Mengonsumsi anggur merah dalam jumlah wajar juga memberikan efek serupa, tetapi karena alkohol dapat menekan sistem saraf, jus anggur merupakan pilihan yang lebih baik. Kandungan antioksidan dalam jus anggur lebih tinggi daripada buah dan sayuran lain, serta dapat meningkatkan kapasitas transmisi sistem saraf. Selain memperpanjang usia, jus anggur juga dapat meningkatkan daya ingat dalam waktu singkat. 5. Kakao panas Kakao panas tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga efektif untuk kesehatan otak. Minuman dari dua sendok teh bubuk kakao murni mengandung antioksidan hampir dua kali lipat dari jumlah yang sama anggur merah, tiga hingga empat kali lipat teh hijau, dan empat hingga lima kali lipat teh hitam. Antioksidan dalam kakao melindungi sel otak dan mencegah gangguan fungsi saraf. 6. Produk gandum utuh dan beras merah Jalan terbaik untuk meningkatkan penyerapan nutrisi tubuh adalah mengonsumsi beras merah. Beras merah mengandung berbagai vitamin yang sangat penting untuk menjaga fungsi kognitif. Vitamin B6 sangat efektif dalam menurunkan kadar homosistein. Orang Amerika jarang mengonsumsi makanan kasar, yang merupakan salah satu alasan utama defisiensi vitamin B6. 7. Kacang almond dan kacang walnut Kacang-kacangan, khususnya almond dan walnut, sering menjadi camilan di acara sosial, tidak hanya enak tetapi juga kaya antioksidan. Almond dan walnut mengandung asam lemak omega-3 secara signifikan, memberikan manfaat lebih besar. Hal ini sesuai dengan kepercayaan tradisional Tiongkok bahwa "makan walnut untuk menyuburkan otak". 8. Minyak zaitun Penyebab utama arteriosklerosis otak adalah konsumsi makanan tinggi kalori dan lemak dalam jangka panjang serta kurangnya nutrisi penting. Penelitian menunjukkan bahwa penduduk di wilayah pesisir Mediterania memiliki tingkat penyakit jantung dan otak yang lebih rendah, yang berkaitan dengan konsumsi minyak zaitun yang tinggi. Minyak zaitun mengandung berbagai asam lemak tak jenuh yang dapat mencegah arteriosklerosis. Oleh karena itu, disarankan untuk menambahkan minyak zaitun, minyak bunga matahari, dan minyak nabati lainnya ke dalam diet harian. 9. Bawang putih Energi otak berasal terutama dari glukosa. Agar glukosa dapat berfungsi optimal, diperlukan vitamin B1 dalam jumlah cukup. Meskipun bawang putih tidak mengandung vitamin B1 dalam jumlah besar, ia dapat meningkatkan efek vitamin B1 karena membentuk senyawa bernama "allicamine", yang jauh lebih kuat daripada vitamin B1. Oleh karena itu, mengonsumsi bawang putih secara teratur dapat membantu mempercepat transformasi glukosa menjadi energi otak. 10. Buah blueberry Blueberry liar kaya akan antioksidan yang dapat membersihkan racun dalam tubuh. Hasil eksperimen pada tikus menunjukkan bahwa konsumsi berkelanjutan blueberry dapat mempercepat pertumbuhan dan diferensiasi neuron di bagian hippocampus otak, meningkatkan daya ingat, mencegah penurunan keseimbangan dan koordinasi seiring usia, serta mengurangi risiko hipertensi dan stroke.
|