Musim semi adalah musim yang diberikan secara gratis oleh alam kepada manusia. Sayuran seperti bawang, jahe, dan bawang putih yang tumbuh di musim semi, karena faktor iklim dan tanah, tidak hanya sebagai bumbu, tapi juga suplemen khusus! Bawang berwarna hijau cerah, cukup direbus sedikit saja sudah bisa mengeluarkan rasa manis yang enak, tak heran jika sering digunakan saat memasak, mengukus ikan, atau merebus sup. Makan bawang secara rutin dapat membantu memperkuat otak, manusia sering membandingkannya sebagai "suplemen hijau" bagi pekerja otak. Orang yang suka dingin, hipotensi, atau anemia, makan bawang lebih banyak bisa membantu meningkatkan energi. Orang yang mudah lelah mata, berdarah, sulit tidur, atau gangguan saraf, makan bawang lebih banyak bisa merangsang sistem saraf sehingga energi menjadi lebih kuat. Selain itu, makan bawang secara rutin dapat meningkatkan fungsi pencernaan, membersihkan zat tidak bersih dalam tubuh—cukup perhatikan, setelah makan bawang lebih banyak, buang air besar akan terasa lebih lancar. Jahe memiliki fungsi menghangatkan perut, menghentikan mual, mengusir angin luar, dan mengobati nyeri perut akibat dingin atau diare. Selain itu, jahe mengandung asam amino, pati, fosfor, zat besi, dan komponen lain yang bermanfaat untuk mempercepat sirkulasi darah dan mempercepat metabolisme tubuh. Menurut teori TCM, jahe adalah bahan yang membantu energi Yang, sejak zaman dahulu sudah ada ungkapan "pria tidak boleh tanpa jahe selama 100 hari". Bawang putih memiliki fungsi antibakteri, anti parasit, detoxifikasi, dan pengawetan. Bawang putih bisa dikonsumsi dalam bentuk irisan, lumat, atau dijadikan jus. Dalam bawang putih terdapat senyawa allicin yang sangat kuat daya bakterisidalnya, mampu membunuh berbagai jenis bakteri patogen. Konsumsi bawang putih segar setiap hari secara teratur dapat sangat meningkatkan kekebalan tubuh, memberikan efek pencegahan dan pengobatan penyakit.
|