Saatnya kembali menikmati jeruk. Jeruk memiliki kandungan air tinggi dan nutrisi lengkap, mengandung vitamin C, sitrat sitrik, glukosa, dan lebih dari sepuluh jenis zat nutrisi lainnya. Jika dikonsumsi dengan benar, jeruk dapat membantu memperkuat tubuh, terutama bermanfaat bagi penderita hepatitis kronis dan hipertensi, karena dapat meningkatkan fungsi detoksifikasi hati, mempercepat konversi kolesterol, dan mencegah aterosklerosis. Konsumsi yang tepat dapat meningkatkan nafsu makan, tetapi jika salah konsumsi justru tidak bermanfaat. Saya baru saja mengetahuinya, mari berbagi bersama! Perlu diperhatikan saat mengonsumsi jeruk: 1. Batasi jumlah konsumsi Menurut penelitian, makan 3 jeruk sehari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C harian. Jika dikonsumsi berlebihan, kelebihan vitamin C akan meningkatkan produksi asam oksalat dalam tubuh, mudah menyebabkan batu ginjal atau batu ureter. Selain itu, makan terlalu banyak juga berbahaya bagi mulut dan gigi. 2. Jeruk tidak boleh dimakan bersama lobak Lobak yang masuk ke dalam tubuh akan segera menghasilkan senyawa sulfat, yang cepat termetabolisme menjadi senyawa penghambat tiroid — thiocyanate. Jika saat itu makan jeruk, flavonoid dalam jeruk akan terurai di usus menjadi hidroksibenzoat dan ferulat, yang dapat memperkuat efek penghambatan thiocyanate terhadap tiroid, sehingga dapat memicu atau menyebabkan pembesaran tiroid. 3. Jeruk dan susu tidak boleh dikonsumsi bersama Protein susu mudah bereaksi dengan asam sitrat dan vitamin C dalam jeruk, membentuk gumpalan padat, tidak hanya mengganggu pencernaan dan penyerapan, tetapi juga menyebabkan gejala seperti perut kembung, nyeri perut, dan diare. Oleh karena itu, jangan minum susu dalam waktu 1 jam sebelum atau sesudah makan jeruk. 4. Jangan makan jeruk sebelum makan atau saat perut kosong Karena asam organik dalam jeruk dapat mengiritasi membran lendir lambung, merugikan lambung. 5. Lansia sebaiknya makan sedikit Orang tua dengan fungsi lambung, ginjal, atau paru-paru yang lemah tidak boleh makan terlalu banyak, karena bisa memicu gejala seperti nyeri perut, pinggang lemah, dan pegal. 6. Anak-anak yang makan jeruk berlebihan bisa "naik panas" Beberapa anak yang makan jeruk terlalu banyak juga bisa mengalami gejala "naik panas" menurut TCM, seperti radang lidah, radang gusi, radang tenggorokan, dll. Oleh karena itu, kami menyarankan anak-anak tidak makan jeruk terlalu banyak. Jika sudah terlalu banyak, hentikan konsumsi selama 1–2 minggu sebelum kembali makan. TCM percaya bahwa jeruk memiliki efek melembabkan paru-paru, menghentikan batuk, melancarkan dahak, memperkuat limpa, menyeimbangkan qi, dan menghilangkan dahaga. Jeruk merupakan buah berkualitas tinggi yang bisa dikonsumsi oleh semua usia, terutama lansia, penderita bronkitis akut/kronis, dan penderita penyakit kardiovaskular. Jeruk benar-benar "sempurna dari ujung hingga ekor": bukan hanya daging buahnya yang bernilai obat tinggi, tetapi kulit, biji, urat, dan daunnya juga merupakan "obat alami". Kulit jeruk yang telah dikeringkan disebut "Chenpi", memiliki fungsi mengatur qi, mengeringkan kelembaban, melancarkan dahak, menghentikan batuk, memperkuat limpa, dan menenangkan lambung. Biasanya digunakan untuk mencegah dan mengobati nyeri dada, hernia, payudara membengkak, benjolan payudara, nyeri lambung, dan akumulasi makanan. Biji jeruk disebut "Jue He", memiliki fungsi menghilangkan benjolan dan mengurangi nyeri, sering digunakan untuk mengobati nyeri testis, nyeri mastitis. Urat jeruk (jaringan halus di dalam buah) memiliki fungsi melancarkan jalur, menghilangkan dahak, menyeimbangkan qi, dan mengaktifkan peredaran darah, sering digunakan untuk mengobati batuk karena dahak tersumbat. Karena mengandung vitamin P yang tinggi, urat jeruk efektif mencegah hipertensi, sehingga sangat bermanfaat bagi lansia. Daun jeruk memiliki fungsi mengatur hati, menyeimbangkan qi, mengurangi pembengkakan, dan menghilangkan racun, merupakan obat utama untuk mengobati nyeri rusuk dan nyeri payudara. Jika kulit putih di dalam jeruk dihilangkan, sisanya disebut "Jue Hong", memiliki fungsi mengatur qi paru-paru dan menghilangkan dahak, sering digunakan untuk mengobati batuk dan muntah. Jeruk mengandung banyak gula (glukosa, fruktosa, sukrosa), vitamin, asam apel, asam sitrat, protein, lemak, serat makanan, serta berbagai mineral. Studi terbaru dari Lembaga Penelitian Ilmu dan Industri Australia menunjukkan bahwa makan satu jeruk setiap hari dapat membantu mencegah beberapa jenis kanker (seperti kanker mulut, kanker tenggorokan, dan kanker lambung). Walaupun jeruk sangat bermanfaat, sebaiknya makan secara rutin namun tidak berlebihan. TCM percaya jeruk bersifat hangat, makan terlalu banyak mudah menyebabkan "naik panas", seperti bibir pecah-pecah, mulut kering, tenggorokan kering, sembelit, dll. Karena daging jeruk mengandung asam organik, untuk menghindari iritasi pada selaput lambung, sebaiknya jangan makan jeruk saat perut kosong. Selain itu, jeruk mengandung banyak karotenoid; jika dikonsumsi terlalu banyak dalam satu waktu atau secara terus-menerus, kadar karotenoid dalam darah akan meningkat, menyebabkan kulit menjadi kuning. Selain minum banyak air dan sementara tidak makan buah jeruk, juga perlu mengurangi konsumsi makanan kaya karotenoid. Setelah sekitar satu bulan, warna kulit akan kembali normal.
|