Buah Berkualitas Tinggi – Jeruk Musim gugur dan musim dingin, jeruk banyak dijual, buah-buah kuning keemasan yang tampak begitu menggoda. Berbagai tokoh terkemuka dalam sejarah banyak menulis tentang jeruk. “Daun hijau subur, indah dan menawan.” “Warna hijau campur kuning, cantik dan berkilau. Warna putih di dalam, seperti orang berbudi luhur.” Ini adalah puisi dari penyair besar Tiongkok, Qu Yuan, dalam karya “Juzhong”. Penyair memuji cabang jeruk yang rimbun, hidup subur, berwarna-warni, buah yang bersih dan indah, seperti manusia berbudi luhur. Dalam botani, jeruk merujuk pada genus Citrus dari famili Rutaceae, termasuk jeruk, limau, lemon, mandarin, dan jeruk manis. Tiongkok adalah asal jeruk, dengan sejarah budidaya lebih dari 4.000 tahun. Jenis-jenisnya sangat beragam, dengan varietas terkenal seperti jenpis Guangdong-Fujian, jeruk manis Huangyan, jeruk Xinhui Guangdong, jeruk telur Sichuan, dan jeruk Shatian Guangxi. Jeruk mengandung gula, asam sitrat, dan berbagai vitamin dalam jumlah tinggi. Menurut pengukuran, jeruk tanpa biji mengandung 9,3% gula, 0,6% asam sitrat, dan 23,9 mg vitamin C per 100 gram jus jeruk. Terutama kulit jeruk emas, setiap 100 gram kulit mengandung 200 mg vitamin C—lima kali lebih banyak daripada isi buahnya—dan dapat dikonsumsi bersama kulitnya. Jeruk memiliki berbagai manfaat seperti menenangkan qi, menghentikan batuk, memperkuat lambung, melancarkan dahak, mengurangi pembengkakan, menghilangkan nyeri, dan mengatur hati. Oleh karena itu, jeruk bukan hanya buah berkualitas tinggi, tetapi juga ramuan obat yang sangat baik. Secara klinis digunakan untuk mengobati skorbut, rabun malam, keratinisasi kulit, muntah karena lambung dingin, dada sesak, nyeri samping, nyeri saraf interkostal, hernia, gangguan produksi susu, dan nyeri testis. Dalam sejarah juga terdapat cerita tentang pengobatan dengan daun jeruk. Legenda menyebutkan bahwa 2.000 tahun lalu, pada masa Kaisar Wen Han Dinasti Han Barat, seorang dokter bernama Su Dan dari Guiyang, ahli kedokteran, berhasil menyembuhkan banyak pasien. Saat wabah penyakit menular melanda, ia berkata kepada ibunya: “Air dari sumur di halaman, daun jeruk di atap, satu liter air sumur dan satu ranting daun jeruk dapat menyembuhkan satu orang.” Ibunya mengikuti petunjuk tersebut dan berhasil menyembuhkan banyak orang. Kemudian, beberapa toko obat tradisional menempatkan plak bertuliskan “Ju Jing Quan Xiang” yang berasal dari kisah ini.
|