Terapi nutrisi mikroelemen Saat ini, terapi nutrisi yang menjamin asupan mikroelemen yang cukup sangat populer di negara-negara maju Barat. Menurut analisis para dokter Prancis, elemen-elemen mikro seperti fluor, yodium, silikon, selenium, kromium, kobalt, besi, lithium, mangan, molibdenum, nikel, tembaga, vanadium, seng, aluminium, perak, emas, bismut, dan germanium merupakan mikroelemen penting bagi tubuh manusia. Meskipun jumlahnya hanya sekitar seperatus ribu dari berat tubuh, tetapi sangat berkaitan erat dengan kesehatan tubuh. Kurangnya mikroelemen dapat menyebabkan berbagai penyakit, dan mengonsumsi makanan yang mengandung mikroelemen sesuai kondisi dapat membantu menjaga kesehatan. Seng adalah mikroelemen paling banyak dalam tubuh manusia, dapat meningkatkan fungsi sistem imun, serta sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Seng memiliki perlindungan kuat terhadap kulit, membuat kulit bersinar dan elastis. Praktik klinis kedokteran menunjukkan bahwa kombinasi seng dengan vitamin A dapat menghambat pertumbuhan jerawat. Cairan seng dapat digunakan untuk mengobati herpes, sedangkan salep seng dapat mempercepat penyembuhan luka. Menurut pengukuran kandungan nutrisi makanan, hati dan ginjal babi, sapi, domba, kerang laut, serta apel mengandung seng dalam jumlah tinggi. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, gangguan sistem pencernaan, menurunnya fungsi imun, serta mudah terkena wasir dan bisul. Oleh karena itu, orang yang kekurangan zat besi sebaiknya banyak mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging sapi, daging kambing, daging babi, dan sayuran hijau. Selenium memiliki efek antioksidan, dapat mempercepat penghilangan zat sisa dalam sel tubuh, serta memperlambat penuaan. Makanan seperti daging, ikan, bawang putih, bawang merah, jamur, dan berbagai kacang kering mengandung selenium dalam jumlah tinggi. Selain itu, peneliti percaya bahwa mengonsumsi makanan kaya mangan dan tembaga—seperti biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, kacang kering, wortel, sawi putih, terung—bermanfaat dalam mengobati rhinitis, bronkitis, faringitis, dan penyakit sistem pernapasan lainnya. Makanan kaya mangan dan kobalt bermanfaat dalam mengurangi gejala gangguan sistem sirkulasi, mengatasi insomnia, serta membantu mengobati beberapa jenis rematik. Gabungan tiga mikroelemen tembaga, emas, dan perak dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menghilangkan kelelahan. Makanan yang mengandung tembaga, emas, dan perak meliputi biji-bijian kasar, kacang-kacangan, kacang kering, produk laut, dan sayuran hijau. Sedangkan makanan kaya kalsium dan fluor—seperti susu, ikan, kacang-kacangan, brokoli, kangkung, dan teh—bermanfaat dalam mencegah osteoporosis. Para dokter Prancis menemukan melalui penelitian bahwa atlet, perokok, peminum alkohol, pekerja stres tinggi, dan penduduk di daerah dengan polusi lingkungan tinggi memiliki kebutuhan mikroelemen yang lebih tinggi. Anak-anak, ibu hamil, dan lansia membutuhkan mikroelemen yang cukup. Oleh karena itu, orang-orang sebaiknya mengonsumsi mikroelemen yang dibutuhkan sesuai kondisi klinis masing-masing, di bawah bimbingan dokter, untuk tujuan pencegahan penyakit dan menjaga kesehatan.
|