Makan Kue Khusus Sesuai Kebutuhan Tubuh Bau cengkeh menguar, bulan purnama tiba, saatnya keluarga berkumpul untuk menikmati bulan dan makan kue. Karena kue tradisional mengandung banyak gula, minyak, dan lemak, dengan kalori tinggi, sudah tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern, sehingga banyak produsen mengeluarkan berbagai macam kue kesehatan. Namun, dari sudut pandang nutrisi terapi makanan, menikmati kue kesehatan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Bagi penderita hipertensi, hiperlipidemia, dan penyakit jantung koroner, sebaiknya memilih kue dengan isian buah yang dapat menurunkan kolesterol dan melunakkan pembuluh darah, seperti semangka, mangga, stroberi, nanas, apel, litchi, labu, kelapa. Bagi penderita diabetes, obesitas, dan gigi berlubang, pilih kue dengan prinsip rendah gula atau tanpa gula, kue isian teh hijau, teh oolong, teh bunga, lotus putih, lotus merah adalah pilihan terbaik; bagi penderita kekurangan nutrisi, bisa memilih kue tradisional yang mengandung minyak, gula, dan lemak dari kacang-kacangan, selai kurma, gula pasir, atau kue isi daging segar, ayam, ham yang kaya protein; kue laut meskipun mahal, namun bagi penderita gout, konsumsi kue ini bisa memperburuk kondisi secara cepat, lebih baik memilih kue herbal dengan isian seperti goji berry; kue kecantikan yang dibuat dari jus kelapa segar, susu encer, buah-buahan, baihe, kacang hijau, teh, memiliki fungsi melembabkan tubuh, memperbaiki pencernaan, dan mempercantik kulit, sangat cocok untuk wanita; sayuran liar mengandung berbagai vitamin, kue dengan isian sayuran liar memberikan sensasi segar yang berbeda bagi mereka yang terbiasa makan makanan berminyak, lebih baik untuk penyerapan nutrisi, cocok untuk semua orang; kue isi sosis pedas, kue isi garam pedas cocok untuk orang dengan tubuh dingin dan fungsi pencernaan lemah, sementara orang dengan tubuh panas yang sering mengalami mulut kering, tangan dan kaki panas, harus menghindarinya; bagi lansia yang mengalami osteoporosis, anak-anak yang perkembangan tulangnya terlambat, sering berkeringat dan mudah takut, kue kalsium adalah pilihan utama. Tidak peduli memilih kue apa pun, yang utama adalah segar. Ahli makanan menyarankan: jika suhu udara melebihi 30°C, kue tidak boleh disimpan lebih dari 7 hari; pada suhu 25°C, kue dengan isian almond, kacang-kacangan bisa disimpan sekitar 15 hari; kue dengan isian kacang merah, lotus, selai kurma, tidak boleh disimpan lebih dari 10 hari; kue dengan isian daging segar, ayam, ham harus dibeli dan dimakan langsung. Waspadalah terhadap Kerusakan Akibat Buah Berbiji Menikmati buah berbiji, minum teh tanpa gula, ngobrol santai dengan teman lama, merupakan gaya hidup modern saat liburan. Namun, alergi akibat buah berbiji justru membuat beberapa orang merasa tidak nyaman setelah bersenang-senang. Buah berbiji dan produk olahannya disebut makanan berbiji, seperti almond, peach kernel, plum kernel, hazelnut, hawthorn, cashew, pistachio, longan, kacang tanah, kacang polong, kacang kedelai, serta kue dan kue kering yang mengandung buah berbiji. Karena makanan ini kaya akan asam amino esensial, unsur mikro, protein lipofilik, berbagai vitamin, dan senyawa anti-penuaan, semakin populer di kalangan konsumen. Seiring popularitas makanan berbiji di pasar, jumlah penderita alergi juga semakin meningkat. Mengapa hal ini terjadi? Karena protein tertentu dalam makanan berbiji yang terbentuk dari asam amino sebagai protein asing masuk ke dalam tubuh, dan beberapa orang tidak bisa menyesuaikan atau memproses serta mengeluarkannya, sehingga menyebabkan gejala tidak nyaman seperti perut kembung, diare, ruam kulit, bintik merah, gatal yang sangat mengganggu. Kasus berat bisa menyebabkan edema tenggorokan, sesak napas, sesak napas, dan jika tidak segera ditangani, bisa menyebabkan kematian mendadak. Peneliti menemukan bahwa orang dengan defisiensi vitamin C lebih rentan terhadap alergi. Hal ini karena vitamin C membantu menjaga integritas jaringan tubuh, sehingga alergen sulit masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, orang dengan sensitivitas tinggi sebaiknya makan lebih banyak buah-buahan yang kaya vitamin C. Sebelum mengonsumsi makanan berbiji, sebaiknya mencicipi terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada alergi. Jika memungkinkan, bisa melakukan tes alergen di rumah sakit. Jika muncul reaksi alergi, segera hentikan konsumsi makanan berbiji, sesuai gejala bisa minum obat anti alergi seperti promethazine, cetirizine, atau atropine. Jika tidak bisa menemukan obat yang tepat, minum jus jahe juga bisa membantu meredakan gejala. Jika reaksi alergi sangat parah, segera bawa ke rumah sakit, jangan mengambil risiko.
|