Baik di musim dingin maupun musim panas, hotpot selalu menjadi makanan favorit. Namun, hanya dengan mengonsumsi hotpot secara ilmiah, kita bisa menikmati rasa lezat sekaligus mendapatkan nutrisi. Orang-orang semakin menyukai hotpot di musim panas. Sebenarnya, selama cara mengonsumsinya tepat, hotpot di musim panas dapat membantu menghilangkan keringat, menghilangkan kelembapan, dan mempercepat metabolisme. Untuk mengonsumsi hotpot secara ilmiah, pertama-tama harus memilih daging atau sayuran yang segar. Kedua, pilih beberapa sayuran dingin, seperti labu, sawi putih, dan terung. Tambahkan biji lotus yang tidak dibuang intinya ke dalam kaldu, dapat membantu menghilangkan panas; tahu termasuk produk kedelai yang mengandung gypsum, memiliki fungsi membersihkan panas, menurunkan panas, dan menghilangkan dahaga. Terakhir, saat makan hotpot biasanya mengonsumsi berbagai makanan sekaligus, maka penting untuk memperhatikan kombinasi. Misalnya, jangan menambahkan sawi saat makan tahu, agar tidak terjadi pembentukan batu; jangan makan jamur saat makan lobak, karena bisa menyebabkan dermatitis; daging harus dimasak sampai matang, sayuran tidak boleh direbus terlalu lama, sebaiknya rebus sayuran terlebih dahulu, baru rebus daging, agar nutrisi makanan tetap terjaga dan beban usus berkurang. Harus diingat, sebaiknya tidak minum kaldu hotpot, karena kaldu yang direbus berulang kali akan menghasilkan zat berbahaya bagi tubuh. Untuk makanan yang disediakan restoran, seperti sayuran yang direbus air, harus bisa dibedakan. Misalnya, saat makan rumput laut, jangan hanya terpikat pada warna hijau cerah, karena beberapa rumput laut diolah dengan natrium bisulfida dan pewarna hijau alkali, rasanya hampir tidak terdeteksi, sulit dibedakan; saat makan kecambah, ambil sebagian kecil, celupkan ke dalam air panas, jika muncul bau telur busuk, pasti mengandung banyak senyawa sulfur, tidak boleh dimakan; jamur hitam berkualitas tinggi berwarna hitam mengkilap, bagian belakang abu-abu, kering saat disentuh, ringan, dan daya menyerap airnya baik. Terakhir, udang segar harus berbentuk utuh, berwarna hijau kebiruan, kulit keras transparan berkilau, elastis, tanpa bau aneh.
|