Saat makan domba, sebaiknya dikombinasikan dengan tahu, karena tahu tidak hanya bisa menambahkan berbagai mineral penting, tetapi juga kalsium sulfat (gypsum) di dalamnya dapat membantu menenangkan panas, menghilangkan rasa gelisah, dan menghilangkan dahaga. Sementara itu, jika domba digabungkan dengan wortel dalam satu hidangan, maka manfaat wortel yang bersifat dingin dapat dimaksimalkan, yaitu menghilangkan akumulasi makanan dan mengurangi panas dahak. Saat memasak domba, kombinasi bumbu juga tidak boleh diabaikan. Sebaiknya gunakan jahe tanpa kulit, karena kulit jahe bersifat pedas dan dingin, memiliki efek menghilangkan panas, menghilangkan rasa sakit, dan mengusir angin lembap. Selain itu, jahe juga dapat menghilangkan bau amis domba saat dikonsumsi bersama. Saat memasak domba, hindari penggunaan bumbu hangat dan pedas seperti cabai, lada, jahe, bunga lawang, dan jintan. Bisa ditambahkan biji lotus, yang memiliki efek menenangkan panas hati. Meskipun makan domba memiliki banyak manfaat, ada juga larangan tertentu dalam kombinasi makanan. Tidak boleh dikonsumsi bersama cuka. Banyak orang suka menambahkan cuka sebagai bumbu saat makan domba agar rasanya lebih segar, namun hal ini tidak masuk akal. Karena domba bersifat hangat, fungsinya adalah menguatkan energi dan mengisi kekurangan; sementara cuka mengandung protein, gula, vitamin, asam asetat, dan berbagai asam organik, bersifat hangat, sehingga lebih cocok dikombinasikan dengan makanan bersifat dingin, bukan makanan hangat seperti domba. Tidak boleh dikonsumsi bersama labu. Untuk mencegah terjadinya kuning pada kulit (jaundice) dan penyakit kaki bengkak (beriberi). Tidak boleh langsung minum teh setelah makan domba. Karena domba mengandung protein yang tinggi, sementara teh mengandung tannin dalam jumlah besar. Jika minum teh segera setelah makan domba, akan terbentuk senyawa bernama protein tannin, yang mudah menyebabkan sembelit. Penderita hepatitis dilarang makan domba. Domba bersifat hangat dan sangat hangat, konsumsi berlebihan dapat memperparah lesi penyakit dan memperburuk kondisi. Selain itu, asupan protein dan lemak yang tinggi setelah terkena hepatitis tidak dapat sepenuhnya diproses oleh hati yang sakit melalui proses oksidasi, dekomposisi, dan penyerapan metabolisme, sehingga membebani hati lebih lanjut dan dapat memicu penyakit.
,Obat Tradisional Tiongkok,resep tradisional, kumpulan resep tradisional" />