Meliputi: edema akut faring, laring, trakea disertai kesulitan pernapasan; hepatitis autoimun; edema, ruam kulit, dan urtikaria; reaksi alergi disertai nyeri dada. Reaksi serius lainnya termasuk perdarahan, hepatitis, dan kejang epilepsi. Berita resmi dari Laporan Reaksi Buruk Obat Kanada edisi ke-2 tahun 2005 menyatakan bahwa produk lebah berisiko menimbulkan reaksi alergi, dan memperingatkan publik serta tenaga medis agar waspada. Produk lebah meliputi serbuk sari lebah, royal jelly, dan propolis. Serbuk sari lebah bisa berasal dari berbagai jenis tanaman, termasuk serbuk sari yang biasanya menyebabkan alergi (seperti serbuk sari ragweed); royal jelly adalah sekresi dari kelenjar hipofaring dan kelenjar rahang lebah pekerja; propolis adalah campuran getah pohon willow dan tunas pohon konifer dengan lilin lebah. Produk-produk ini dijual secara terpisah atau dicampur dalam bentuk komoditas, digunakan secara luas sebagai suplemen kesehatan hingga pengobatan alergi dan asma. Dari tanggal 1 Januari 1998 hingga 30 Oktober 2004, Departemen Kesehatan Kanada (HealthCanada) menerima laporan 14 kasus reaksi buruk yang diduga disebabkan oleh produk lebah (termasuk 10 kasus serius). Empat kasus diduga merupakan reaksi alergi, yaitu: edema akut faring, laring, trakea disertai kesulitan pernapasan; hepatitis autoimun; edema, ruam kulit, dan urtikaria; reaksi alergi disertai nyeri dada. Reaksi serius lainnya termasuk perdarahan, hepatitis, dan kejang epilepsi. Karena adanya faktor pencampur (misalnya pasien menderita penyakit lain atau menggunakan obat lain), banyak kasus sulit dikaitkan secara pasti dengan produk lebah. Ada literatur yang membuktikan bahwa produk lebah dapat menyebabkan reaksi alergi; literatur juga menunjukkan bahwa alergi terhadap racun lebah (sengatan) tidak memiliki hubungan langsung dengan alergi terhadap produk lebah. Individu atopik dan penderita asma memiliki risiko lebih tinggi mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi produk yang mengandung royal jelly. Pasien dengan rinitis alergi musiman (misalnya alergi serbuk sari) juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami reaksi alergi parah terhadap serbuk sari lebah. Laporan tersebut menyatakan bahwa publik mudah mendapatkan produk yang mengandung serbuk sari lebah, royal jelly, atau propolis, namun label produk sering kali tidak mencantumkan informasi tentang potensi efek samping. Oleh karena itu, publik dan tenaga medis harus menyadari hal ini.
|