Mangga juga dikenal sebagai "Wangguo", artinya "buah harapan". Buahnya lonjong dan halus, kulitnya berwarna kuning lemon, rasanya manis dan lezat; bentuk dan warnanya indah, memberi kesan hangat dan akrab, penuh nuansa puisi dan seni. Mangga memiliki nilai gizi tinggi, kandungan vitamin A mencapai 3,8%, dua kali lebih banyak dari aprikot. Kandungan vitamin C juga melebihi jeruk dan stroberi. Mangga mengandung gula, protein, serta mineral seperti kalsium, fosfor, besi, semua sangat penting bagi tubuh manusia. Menurut pengobatan tradisional Tiongkok, mangga rasanya manis-asam, bersifat dingin, tidak beracun, memiliki fungsi membersihkan panas, menghasilkan getah, menyembuhkan dahaga, mengurangi buang air kecil, membantu lambung, menghentikan muntah. Dalam "Shixing Bencao" tertulis: "Mangga dapat menyembuhkan gangguan menstruasi pada wanita dan aliran darah yang tidak lancar pada pria." Mangga sangat cocok untuk kondisi seperti defisiensi cairan lambung, mulut kering, tenggorokan kering, lambung lemah, muntah, mabuk kapal laut. Karena mangga manis-asam yang membantu lambung, orang-orang zaman dulu yang bepergian jauh sering membelinya untuk dibawa sebagai persediaan perjalanan, karena konsumsinya tidak menyebabkan mabuk atau mual, sehingga dinobatkan sebagai buah istimewa. Bukan hanya dimakan, mangga juga memiliki nilai medis yang besar; kulitnya bisa digunakan sebagai obat, berfungsi sebagai diuretik dan pencahar. Inti bijinya besar, mengandung protein 6%, lemak 16%, karbohidrat 69%; inti dan daun mangga dapat digunakan sebagai obat. Penderita radang kronis tenggorokan, suara parau, dapat menggunakan air rebusan mangga sebagai teh, minum setiap hari untuk menghilangkan peradangan dan mengembalikan suara yang lembut; gunakan 2-3 buah mangga direbus, minum air rebusannya untuk mengobati hernia; konsumsi 1-2 potong daging mangga, dibagi dua kali sehari, dapat menyembuhkan kutil multipel, jika kulit mangga dioleskan langsung ke area yang terkena, hasilnya lebih baik. Dengan semakin beragamnya gaya makan, semakin banyak mangga yang dijadikan jus untuk diminum langsung, namun dalam produksi kadang mengandung banyak bahan tambahan yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan. Menurut survei Universitas Yale, tikus yang diberi makan bahan tambahan makanan menunjukkan gejala hiperaktivitas 168% lebih tinggi dibanding tikus yang tidak diberi bahan tambahan. Ini menunjukkan bahwa minum jus yang mengandung bahan tambahan dalam jangka panjang sangat merugikan kesehatan, sehingga harus sangat berhati-hati saat memilih jus.
|