Profesor Zhou Daihan, usia 63 tahun, wajah merah berseri selalu tersenyum hangat, gaya bicara humoristiknya membuat orang muda tertawa terpingkal-pingkal. Setelah mempelajari tumor seumur hidup, ia berkata bahwa kanker yang semakin meningkat jumlahnya sebenarnya merupakan penyakit yang "dibuat oleh pola makan modern". "Mencegah kanker adalah impian manusia, tetapi jalan ini masih panjang. Salah satu dasar utama adalah membentuk kebiasaan hidup sehat, dan makanan—yang sangat diprioritaskan oleh orang Tionghoa—adalah faktor paling penting." Rahasia Dokter Terkenal: Makan Apel Seperti Obat Zhou Daihan memiliki kesehatan yang sangat baik dan mahir dalam pengobatan makanan. Ketika ditanya rahasia kesehatannya, sang nenek tua seperti anak kecil yang ingin "rahasia". Orang-orang di sekitarnya tertawa dan mengatakan bahwa barang langka yang dia konsumsi tanpa henti sepanjang tahun hanyalah apel biasa. Baik apel impor "Snake Fruit" maupun apel lokal, selama itu apel, selama bertahun-tahun dia makan dua apel setiap hari sebagai kebiasaan tetap—“Apel adalah hal baik, baik impor maupun biasa, nilai gizinya sama.” Istrinya sempat heran bertanya, “Apakah apel begitu enak, sampai tidak bosan makan banyak?” “Kalau apel tidak enak, makan saja seperti obat!” katanya. Makan apel tampak sederhana, namun mengandung banyak ilmu. Orang modern sering mengonsumsi protein berlebihan dalam makanan sehari-hari, protein ini terurai menjadi asam amino, menyebabkan cairan tubuh kebanyakan menjadi "asam". Dulu orang lebih banyak melakukan aktivitas fisik, sehingga cairan asam ini bisa dikeluarkan melalui keringat, tetapi gaya hidup modern jarang berkeringat, sehingga cairan asam terus menumpuk dalam tubuh, menyebabkan kelelahan dan lesu. Diantara buah-buahan, apel memiliki nutrisi paling lengkap, kaya vitamin dan rendah gula. Yang paling penting, kandungan ion kalium dalam apel dapat menetralkan akar asam dalam cairan tubuh, sehingga mengurangi keasaman cairan tubuh. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa senyawa flavonoid dalam apel memiliki efek pencegahan kanker. Makanan lain yang sangat disukai dan dikonsumsi setiap hari oleh Zhou Daihan adalah bubur putih hangat. Pujangga Lu You menulis puisi tentang "makan bubur": "Semua orang belajar panjang umur, tapi tak tahu bahwa panjang umur ada di depan mata; saya menemukan metode sederhana dari Wanqiu, hanya dengan makan bubur bisa mencapai kesaktian." Aliran Taoisme menekankan, "Jika ingin hidup panjang, usus harus selalu bersih; jika ingin tak mati, usus harus bebas dari sisa makanan." Gaya makan modern yang banyak mengonsumsi makanan sulit dicerna hanya menambah beban pada sistem pencernaan. Bubur putih adalah makanan paling mudah dicerna dan dapat merangsang sistem pencernaan. Oleh karena itu, dia tidak bisa hidup tanpanya. Penjelasan Dokter Terkenal: Kanker Termasuk Penyakit Akibat Gaya Hidup Buruk Sebagai ahli onkologi, Zhou Daihan mengatakan bahwa saat ini manusia telah memasuki era "pasca-genetik" dalam pengobatan kanker. Penelitian menunjukkan bahwa pembentukan sel kanker berkaitan erat dengan lingkungan hidup, gaya hidup, dan latar belakang budaya manusia, contohnya kanker nasofaring yang dikenal sebagai "kanker Guangdong". Organisasi Kesehatan Dunia secara resmi mengklasifikasikan kanker sebagai penyakit "gaya hidup buruk". Menurut Zhou Daihan, dalam tingkat tertentu, kanker adalah penyakit yang "dibuat oleh makanan". Mengapa angka kejadian kanker semakin tinggi? "Karena dahulu orang tidak makan seperti sekarang—tidak peduli rapat, tamu, ngobrol, atau komunikasi kerja, semua diselesaikan dengan makan." Makan berlebihan dan terlalu enak memberi beban berat pada sistem pencernaan, serta memengaruhi sistem sirkulasi dan ekskresi lainnya, yang tidak baik bagi kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, banyak indikator kesehatan modern terus menurun: jumlah sel darah putih berkurang, jumlah sperma berkurang, sistem gerak sendi menurun, osteoporosis meningkat, insomnia dan gangguan lambung meningkat. Daya tahan tubuh secara keseluruhan menurun, sehingga gen anti-kanker turun ekspresinya, gen kanker naik ekspresinya, dan kematian sel pada organ tertentu menjadi tidak terkendali, menyebabkan kanker. Petunjuk Dokter Terkenal: Pencegahan Kanker Melalui Diet dengan Prinsip "Pengurangan" Zhou Daihan menekankan bahwa dalam pencegahan kanker melalui diet, hal penting yang harus diperhatikan adalah prinsip "pengurangan". Faktanya, banyak makanan yang dianggap "sehat" justru tidak boleh dimakan terlalu banyak, karena penggunaan nutrisi yang salah justru berdampak sebaliknya. Contohnya, banyak orang percaya jus wortel segar sangat bermanfaat, padahal wortel tidak boleh dimakan mentah berlebihan. Orang yang makan terlalu banyak wortel biasanya mengalami kulit kuning dan tangan kuning, yaitu gejala khas "keracunan wortel". Tidak hanya wortel, makanan seperti pepaya, labu, jeruk, tomat yang dianggap sehat juga kaya beta-karoten. Berbeda dengan elemen air-larut dalam apel, tubuh manusia memiliki efisiensi rendah dalam menyerap beta-karoten yang bersifat lemak-larut. Oleh karena itu, makanan ini lebih cocok dimasak dibanding dimakan mentah. Contoh lain, tablet kalsium tidak selalu cocok untuk lansia, karena lansia mengalami osteoporosis dan penyerapan ion kalsium dalam tubuh menurun, sehingga mengonsumsi terlalu banyak tablet kalsium justru dapat menyebabkan batu saluran kemih, batu ginjal, dan batu kandung kemih. Ia menekankan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, angka kejadian kanker usus besar dan kanker payudara di Tiongkok meningkat pesat, kedua jenis kanker ini termasuk "kanker gaya Barat", yang disebabkan terlalu banyak konsumsi daging, terlalu banyak lemak dan kalori dalam tubuh, menyebabkan peningkatan asam empedu dan asam bilirubin, ketidakseimbangan hormon, dan akhirnya memicu kanker. Ada Dasar untuk "Larangan Makan" pada Penderita Kanker Bagi penderita kanker, yang dihadapi adalah soal "pemulihan" bukan "kesehatan", meskipun kebutuhan nutrisi harus lengkap, namun tradisi masyarakat selalu menyebut "larangan makan". Zhou Daihan menyatakan bahwa setelah analisis faktor makanan pada penderita kanker, memang benar ada kasus kanker yang tidak boleh mengonsumsi beberapa makanan tertentu, yang sesuai dengan yang dibahas oleh para ahli klinis dan pasien sebagai "larangan makan" atau "makanan yang memicu penyakit". Berdasarkan penelitian, makanan "yang memicu penyakit" meliputi daging anjing, ayam jantan, daging kambing, ulat sutra, udang, kepiting, siput, kerang, tembakau, alkohol, dan makanan lain yang mudah menyebabkan "angin panas" dan "api dalam", meningkatkan kelembapan, menghasilkan dahak, serta makanan pedas, gorengan, berlemak, busuk, dan berjamur. Zhou Daihan mengatakan bahwa meskipun konsumsi makanan-makanan ini tidak selalu menyebabkan "setiap kali makan pasti sakit", kebanyakan orang rentan mengalami reaksi alergi makanan, dan beberapa pasien mungkin lebih sensitif terhadap jenis makanan tertentu sehingga mudah "meledak" dan menjadi pemicu kelemahan tubuh. Ia menganalisis bahwa kanker adalah penyakit sistemik. Saat kondisi seperti itu, mengonsumsi alkohol keras, banyak udang kepiting, dan makanan berlemak berat, dapat memicu reaksi alergi terhadap makanan stimulan atau protein asing, menyebabkan demam, nyeri perut, nafsu makan menurun, melemahkan tubuh dan menurunkan fungsi imun, yang akhirnya memperparah dan memicu kanker kembali muncul. Oleh karena itu, larangan makan "makanan yang memicu penyakit" pada kanker memiliki dasar teoretis dan dukungan kasus klinis.
|