1. Gangguan Tidur Sementara (kurang dari satu minggu) Sebagian besar orang mengalami gangguan tidur sementara saat mengalami stres, rangsangan, kegembiraan, kecemasan; saat sakit; saat berada di ketinggian yang sangat tinggi; atau saat pola tidur berubah (misalnya jet lag, kerja shift). Gangguan tidur sementara biasanya membaik seiring berakhirnya kejadian atau waktu yang berlalu, namun jika tidak ditangani dengan benar, sebagian orang bisa berubah menjadi gangguan tidur kronis. Prinsip utama pengobatan gangguan tidur sementara adalah penggunaan obat penenang sedatif dosis rendah secara intermiten atau obat-obatan lain yang membantu tidur seperti antidepresan dan kebiasaan tidur yang baik. 2. Gangguan Tidur Jangka Pendek (satu minggu hingga satu bulan) Stres berat atau berkepanjangan, seperti penyakit serius atau operasi besar, kematian sahabat atau keluarga dekat, masalah keluarga, pekerjaan, atau hubungan sosial yang serius, dapat menyebabkan gangguan tidur jangka pendek. Gangguan ini memiliki keterkaitan yang jelas dengan stres. Prinsip pengobatan adalah penggunaan jangka pendek obat penenang sedatif dosis rendah atau obat-obatan lain yang membantu tidur seperti antidepresan dan terapi perilaku (seperti relaksasi otot). Jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan tidur jangka pendek juga bisa berubah menjadi kronis. 3. Gangguan Tidur Kronis (lebih dari satu bulan) Pemicu gangguan tidur kronis sangat kompleks dan sulit ditemukan. Banyak kasus gangguan tidur kronis disebabkan oleh gabungan berbagai faktor. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan gangguan tidur kronis antara lain: (1) Penyakit fisik menyebabkan gangguan tidur; (menurut penelitian, banyak penyakit kronis 1 terkait dengan gangguan tidur) (2) Gangguan jiwa atau gangguan emosi menyebabkan gangguan tidur; (3) Penggunaan obat, alkohol, zat stimulan, atau narkoba menyebabkan gangguan tidur; (4) Gangguan siklus tidur dan bangun atau ketidakaturan menyebabkan gangguan tidur; (5) Rasa tidak nyaman di kaki bawah sebelum tidur atau kram kaki yang tidak sadar saat tidur menyebabkan gangguan tidur; (6) Mendengkur, pernapasan tidak teratur, atau gangguan pernapasan lain menyebabkan gangguan tidur; (7) Gangguan tidur primer. (Keluarkan faktor gangguan tidur sekunder di atas)
|