Apa Itu Jiwa? "Jiwa" adalah konsep penting dalam teori kedokteran tradisional Tiongkok, dengan berbagai bentuk ekspresi seperti "Ji Qi", "Shen Ming", "Jing Shen", "Shen Ji", dll., yang maknanya setara dengan jiwa. Kedokteran Tiongkok berpendapat bahwa jiwa adalah istilah umum untuk fenomena aktivitas kehidupan manusia, mencakup kesadaran mental, persepsi, gerakan, dsb., didasarkan pada zat seperti cairan tubuh dan darah, hasil dari interaksi dua sisi yaitu Yin dan Yang, dan dikendalikan oleh jantung. Jiwa berasal dari "Ji" bawaan, ketika embrio terbentuk, jiwa kehidupan juga muncul. Jiwa memiliki posisi utama dalam tubuh manusia, hanya jika jiwa ada, maka semua aktivitas kehidupan manusia dapat terjadi. Aktivitas kehidupan manusia secara umum dibagi menjadi dua kategori: satu adalah aktivitas fisiologis yang berbasis materi dan energi metabolisme; yang lain adalah aktivitas psikologis. Dalam "Yang Lao Feng Qin Shu" dikatakan: "Pemimpin tubuh adalah jiwa," menunjukkan bahwa dalam kesatuan tubuh manusia, yang berfungsi sebagai pemimpin koordinasi adalah jiwa jantung. Hanya dengan pengarahan dan pengaturan jiwa jantung, aktivitas kehidupan dapat menunjukkan karakteristik keseluruhan, fungsi, perilaku, dan pola kerja organ dan jaringan tubuh. Artinya, gerakan tubuh dipengaruhi oleh kesadaran mental; kondisi mental berkaitan erat dengan fungsi tubuh. Dalam kondisi lingkungan yang sama, orang dengan semangat dan kehendak yang kuat akan mengalami kerusakan fisik dan mental yang jauh lebih ringan dibandingkan mereka yang lemah. Oleh karena itu, perawatan kesehatan harus melibatkan perawatan jiwa, tidak hanya memperhatikan kesehatan tubuh, tetapi juga kesehatan mental. Namun, selama periode panjang sebelum abad ini, isu perlindungan kesehatan mental tidak pernah mendapat perhatian. Ketika bicara kesehatan, tampaknya hanya merujuk pada kesehatan tubuh. Bahkan ada yang berpendapat bahwa tidak ada penyakit berarti sehat. Hal ini jelas salah. Kesehatan tidak hanya berarti seseorang tidak menderita penyakit atau kelemahan fisiologis, tetapi juga harus memiliki kondisi mental yang baik dan kemampuan beradaptasi sosial.
|