Resep Tradisional
BerandaResep TradisionalResep Herbal Tiongkok Tambahkan ke bookmark

Akses Cepat

Berikut adalah tautan cepat untuk gejala umum:

Pemberitahuan Penting: Resep di situs ini hanya untuk referensi. Harap konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan.
7000+
Jumlah Total Resep
9
Bahasa yang Didukung
10
Kategori
24/7
Aksesibilitas
Pencarian Resep Tradisional Tiongkok
Cari resep:
Kategori resep:: Penyakit Dalam Bedah Tumor Kulit THT Kandungan Andrologi Anak Kesehatan Anggur Obat Lainnya

Resep Tradisional / Other / Keberadaan Kebiasaan Medis Tiongkok / Asal Munculnya Pikiran "Imunisasi" dalam Pengobatan Tradisional TiongkokSebelumnya Lihat Semua Selanjutnya

Asal Munculnya Pikiran "Imunisasi" dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok

Dalam sejarah kedokteran Tiongkok, gagasan tentang "imunisasi" telah muncul sejak zaman kuno, yaitu metode pengobatan berupa "menggunakan racun untuk mengatasi racun". Dalam buku medis tertua Tiongkok, *Huangdi Neijing*, disebutkan bahwa penyakit harus diobati dengan "obat beracun", karena obat tanpa sifat racun tidak dapat menyembuhkan penyakit. Namun, menariknya, tokoh pertama yang benar-benar menerapkan gagasan imunisasi ini secara praktik dan menjadi pelopor penelitian imunologi justru adalah Ge Hong, seorang penganut Taoisme yang terobsesi pada pembuatan ramuan logam (tanin).
Ge Hong, bernama Zi Chuan, juga dikenal sebagai Puzi. Sejak kecil ia suka membaca buku-buku medis dan buku-buku pembuatan ramuan logam. Setelah dewasa, ia lebih fokus pada pembuatan ramuan logam sambil mendalami ilmu kedokteran, hingga menjadi dokter ternama pada masa Dinasti Jin Timur. Rakyat biasa sering datang kepadanya saat mengalami sakit darurat.
Pada suatu hari, seorang petani berusia 40-an tahun datang dengan cepat ke rumah Ge Hong, cemas berkata: "Anak tunggal saya digigit anjing gila, tolong carikan cara menyelamatkannya." Mendengar hal itu, Ge Hong juga merasa cemas. Ia tahu bahwa jika manusia digigit anjing gila, akan sangat menderita, bahkan tidak bisa mentoleransi sedikit pun rangsangan—bahkan cahaya atau suara saja bisa memicu kejang, gelisah, terutama ketakutan terhadap air. Mendengar kata air, membicarakannya, atau melihat air, langsung menyebabkan kontraksi tenggorokan. Penyakit ini bisa berakibat fatal hanya dalam beberapa jam. Ge Hong mencari berbagai resep obat dalam pikirannya, namun sayangnya tidak ada satu pun yang berhasil. Tiba-tiba, ia teringat: orang-orang kuno memang menganjurkan metode "menggunakan racun untuk mengatasi racun" dalam pengobatan. Mengapa tidak mencoba menggunakan racun dari anjing gila untuk mengobati kondisi ini? Lalu ia berkata kepada petani: "Saat ini tidak ada cara lain. Tapi saya ingin mencoba mengoleskan otak anjing gila ke luka anak Anda, mungkin bisa menyelamatkannya."
Petani pulang dan melakukan sesuai petunjuk. Ternyata berhasil—pasien tidak pernah sakit. Sejak itu, Ge Hong menggunakan metode serupa untuk mengobati banyak orang yang digigit anjing gila, hasilnya cukup baik.
Ilmu kedokteran modern membuktikan bahwa setelah manusia digigit anjing gila, virus rabies langsung masuk ke tubuh melalui luka. Karena virus ini memiliki afinitas khusus terhadap jaringan saraf, maka menyebabkan penyakit rabies. Otak dan air liur anjing gila mengandung banyak virus rabies. Ilmuwan biologi ternama Prancis, Louis Pasteur, berhasil mengisolasi virus rabies dari jaringan otak anjing gila, kemudian membiakkannya untuk membuat vaksin virus rabies guna mencegah dan mengobati infeksi rabies. Jelas bahwa prinsip yang digunakan Pasteur sangat mirip dengan metode yang digunakan Ge Hong, hanya saja lebih ilmiah. Namun dari segi waktu, penemuan Pasteur terlambat lebih dari 1.000 tahun dibandingkan Ge Hong.

Cara Menggunakan Situs

  1. Masukkan nama penyakit atau gejala di kotak pencarian
  2. Klik tombol pencarian untuk menemukan resep terkait
  3. Jelajahi hasil pencarian, klik resep yang menarik
  4. Baca dengan teliti penjelasan detail dan cara penggunaan resep
  5. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan

Pencarian Populer Minggu Ini

Hubungi Kami

Jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, silakan hubungi kami

Email: [email protected]