Resep Tradisional
BerandaResep TradisionalResep Herbal Tiongkok Tambahkan ke bookmark

Akses Cepat

Berikut adalah tautan cepat untuk gejala umum:

Pemberitahuan Penting: Resep di situs ini hanya untuk referensi. Harap konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan.
7000+
Jumlah Total Resep
9
Bahasa yang Didukung
10
Kategori
24/7
Aksesibilitas
Pencarian Resep Tradisional Tiongkok
Cari resep:
Kategori resep:: Penyakit Dalam Bedah Tumor Kulit THT Kandungan Andrologi Anak Kesehatan Anggur Obat Lainnya

Resep Tradisional / Obat Makanan / / Metode Terapi Makanan Berdasarkan Tahapan FluSebelumnya Lihat Semua Selanjutnya

Metode Terapi Makanan Berdasarkan Tahapan Flu

Jika Anda terkena flu namun belum sampai tahap suntikan atau minum obat, banyak orang memilih terapi makanan sendiri seperti minum teh jahe gula merah, jus wortel, atau sup ayam. Apakah metode ini benar-benar efektif? Apakah jenis makanan yang dikonsumsi harus berbeda sesuai tahapan flu? Artikel dari majalah "Kangjian" Taiwan baru-baru ini memberikan analisis detail.
Kunci utama saat flu adalah "makan sesuai kondisi tubuh dan waktu". Menurut dokter TCM dan Barat Taiwan, Liu Gui Sheng, yang ahli dalam terapi makanan, terapi makanan saat flu harus disesuaikan dengan perkembangan penyakit. Beberapa makanan cocok untuk perawatan rutin, tetapi saat terjadi peradangan atau terjangkit flu musiman, sebaiknya dihindari.
Tahap Awal Flu:
Teh Jahe Gula Merah
Jahe mengandung zat seperti gingerol dan shogaol yang dapat menghasilkan keringat dan menghilangkan panas dalam tubuh, terutama jahe tua yang kandungan airnya rendah, yang lebih efektif meningkatkan sirkulasi darah. Menambahkan gula merah dapat mengganti energi. Namun, teh jahe hanya cocok untuk flu akibat angin dingin eksternal. Orang dengan flu panas (heat stroke) tidak boleh minum. Selain itu, jahe mempercepat sirkulasi darah, jadi orang dengan peradangan atau perdarahan sebaiknya tidak mengonsumsinya.
Buah-buahan
Beberapa orang percaya bahwa saat flu harus banyak makan buah-buahan. Dokter Liu Jian Hui dari Departemen Keluarga Rumah Sakit Tai'an Taiwan mengatakan hal ini tergantung pada kondisi individu. Makan buah-buahan dapat menambah vitamin C, tetapi apakah vitamin C bisa mencegah atau menyembuhkan flu masih menjadi perdebatan.
Di samping itu, jus atau buah-buahan biasanya dingin, yang dapat menyebabkan penyempitan bronkus dan memperparah batuk. Kecuali demam, buah-buahan tidak disarankan saat flu. Terutama buah-buahan berair seperti semangka dan pir yang bersifat dingin, jika ada gejala batuk, hidung berair, diare, atau tangan dan kaki dingin, konsumsi buah-buahan ini justru dapat memperburuk kondisi.
Tahap Peradangan atau Flu Musiman:
Jika muncul gejala peradangan seperti sakit tenggorokan, hidung meler, dahak kental dan kuning, demam tinggi, sebaiknya tidak mengonsumsi obat tonik seperti ginseng, dang gui, astragalus, atau minyak wijen, karena bisa memperparah kondisi. Dalam tradisi TCM, buah-buahan bersifat dingin seperti semangka dan pir memiliki efek menyejukkan, bisa digunakan untuk "memadamkan api".
Di samping itu, dalam catatan klasik TCM, konsumsi "Tang Cong Chu" (sup bawang hijau dan biji kedelai fermentasi) dapat membantu meredakan sakit kepala dan hidung tersumbat, bahkan membantu orang demam. Caranya: ambil bagian putih bawang hijau, tambahkan biji kedelai fermentasi, rebus menjadi sup. Bagian putih bawang hijau memiliki efek mengeluarkan keringat, senyawa seperti asam malat dan fosfat dapat merangsang sirkulasi darah, efek mengeluarkan keringat lebih cepat daripada teh jahe; biji kedelai fermentasi dapat menambah protein dalam tubuh.
Pencegahan Flu
Wortel putih memiliki efek anti-inflamasi, antibakteri, dan diuretik, merupakan obat alami yang baik. Dalam kehidupan sehari-hari, minumlah jus wortel segar dicampur madu untuk mengurangi nyeri tenggorokan. Baru-baru ini, penelitian dari Universitas Harvard Amerika Serikat menemukan bahwa orang yang minum 5 cangkir teh atau kopi hijau setiap hari selama dua minggu memiliki daya tahan tubuh yang jauh lebih kuat, mampu menangkal virus flu dan pilek 10 kali lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak minum teh.

Cara Menggunakan Situs

  1. Masukkan nama penyakit atau gejala di kotak pencarian
  2. Klik tombol pencarian untuk menemukan resep terkait
  3. Jelajahi hasil pencarian, klik resep yang menarik
  4. Baca dengan teliti penjelasan detail dan cara penggunaan resep
  5. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan

Pencarian Populer Minggu Ini

Hubungi Kami

Jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, silakan hubungi kami

Email: [email protected]