Seseorang tampak rapi dan bersih, namun tidak menyadari bahwa dari kepala sampai kaki tubuhnya penuh dengan kotoran, ini bukanlah hal yang menakutkan. Lingkungan tempat kita hidup saat ini penuh debu, partikel debu, bahan kimia, serta mikroorganisme (bakteri, jamur) yang terus-menerus merusak rambut kita. Ditambah lagi, banyak orang salah paham bahwa mencuci rambut setiap hari akan merusak rambut, sehingga rambut menjadi "tempat sampah" pertama di tubuh kita. Wajah, meskipun dicuci dua kali sehari, tetap menjadi "tempat sampah" kedua karena berbagai polusi dan kerusakan akibat kosmetik, serta minyak alami yang diproduksi tubuh, yang tidak bisa dibersihkan hanya dengan mencuci muka biasa. Kemudian adalah "tempat sampah" ketiga yang umum disepakati oleh semua orang — tangan manusia. Satu tangan manusia biasanya menempel sekitar 400.000 bakteri. Ini hanya bagian yang terbuka, ada juga bagian dalam tubuh. Organ-organ dalam tubuh juga penuh dengan kotoran, seperti usus, hati, ginjal. Tentu saja darah juga mengandung kotoran, kekentalan darah merupakan salah satu tanda adanya kotoran dalam darah. 1. Buah apa yang baik untuk detoksifikasi? Cherry adalah buah yang diakui secara luas dapat membersihkan racun dan cairan tidak bersih dari tubuh. Anggur ungu gelap juga memiliki efek detoksifikasi, serta membantu membersihkan lendir usus dari hati, usus, lambung, dan ginjal. Jika Anda tidak suka cherry atau anggur, maka apel juga merupakan pilihan yang baik. Karena apel mengandung galacturonic acid yang membantu detoksifikasi, dan pektinnya mencegah makanan membusuk di usus. Selain itu, stroberi juga merupakan buah yang dapat membantu detoksifikasi. 2. "Tiga Sapu" untuk membersihkan kotoran dalam tubuh Sapu fisik terutama terdiri dari serat makanan, termasuk selulosa, hemiselulosa, pektin, dll. Sifat fisik unik mereka seperti spons, dapat menyerap limbah metabolisme usus dan zat beracun yang masuk bersama makanan, serta mengeluarkannya tepat waktu; mempersingkat waktu tinggal zat beracun dalam usus dan mengurangi penyerapan zat beracun oleh usus. Di samping itu, mereka seperti sikat, membersihkan zat beracun dan bakteri berbahaya yang menempel di dinding usus, membuat dinding usus besar menjadi halus, sehingga sisa makanan dapat cepat dan lancar dikeluarkan. Sapu kimia terutama merujuk pada antioksidan seperti vitamin E, vitamin C, karotenoid, flavonoid, dll. Sayuran kaya akan vitamin C dan E, membantu fungsi "sapu kimia". Sapu biologis merujuk pada enzim antioksidan dan bakteri menguntungkan yang tinggal di usus. Bakteri menguntungkan di usus dapat menekan pertumbuhan bakteri rusak dan melindungi dari infeksi patogen. Minum yoghurt secara rutin dapat menambah bakteri menguntungkan, sehingga lebih baik memanfaatkan fungsi "sapu biologis". 3. Makanan untuk membersihkan kotoran dalam tubuh Kita sering mendengar tentang kotoran dalam tubuh, tetapi bagaimana cara membersihkannya? Apakah mungkin membersihkan kotoran dalam tubuh melalui metode sederhana dalam kehidupan sehari-hari? Jawabannya adalah ya. Berikut beberapa makanan yang dapat membantu membersihkan kotoran dalam tubuh: Minum jus buah dan sayur segar (tanpa digoreng): Jus buah dan sayur segar adalah "pembersih dalam tubuh", dapat menghilangkan racun dan limbah yang menumpuk dalam tubuh. Ketika jumlah besar jus buah dan sayur segar masuk sistem pencernaan tubuh, darah akan menjadi basa, melarutkan racun yang menumpuk di dalam sel, lalu dikeluarkan melalui sistem ekskresi. Makan rumput laut secara rutin: Glikosaminoglikan dalam rumput laut dapat membantu mengeluarkan zat radioaktif dari dalam tubuh, sehingga mengurangi akumulasi zat radioaktif, mengurangi risiko penyakit radiasi. Minum teh kedelai secara rutin: Teh kedelai membantu menghilangkan racun dalam tubuh dan meningkatkan metabolisme normal tubuh. Makan sup darah babi secara rutin: Protein plasma dalam darah babi, setelah dipecah oleh asam lambung dan enzim pencernaan dalam tubuh, akan menghasilkan zat yang memiliki efek detoksifikasi dan pelunakan usus, bereaksi secara kimia dengan debu dan partikel logam berbahaya yang masuk ke saluran pencernaan, mengubahnya menjadi zat yang sulit diserap tubuh. Makan jamur hitam dan jamur lainnya secara rutin: Menurut penelitian, jamur hitam dan jamur lainnya memiliki efek kanker yang baik, serta membersihkan darah dan detoksifikasi. Mengonsumsinya secara rutin dapat secara efektif menghilangkan zat pencemar dalam tubuh.
|