Situs berita Taiwan "TVBS News" baru-baru ini melaporkan bahwa "teh hijau campur gula batu" dapat secara efektif mengurangi ketidaknyamanan akibat radang tenggorokan. Apa dasar medis dari kombinasi ini? Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, radang tenggorokan disebabkan oleh defisiensi yin paru dan ginjal, api yin yang berlebihan, api yang naik dari dalam, atau infeksi luar seperti angin panas, racun panas yang membakar tenggorokan. Teh hijau bersifat dingin, memiliki fungsi melembabkan dan menyejukkan, membersihkan panas dan racun; gula batu bersifat netral dan agak dingin, memiliki fungsi memperkuat qi pusat, mengisi yin, melembabkan paru, menghentikan batuk dan mengencerkan dahak. Selain itu, gula batu sering ditambahkan dalam ramuan obat tradisional untuk membantu menyerap efek obat. Kombinasi keduanya, ketika diminum bersama, dapat memaksimalkan efek teh hijau dalam membersihkan panas dan racun, mengurangi nyeri tenggorokan, serta memanfaatkan efek mengisi yin dan melembabkan paru, mengurangi rasa kering dan tidak nyaman di tenggorokan. Selain itu, di antara semua jenis gula, gula batu memiliki efek tonik paling kuat, dan efek toniknya dapat meningkatkan imunitas tubuh, sehingga secara fundamental meningkatkan kemampuan tubuh melawan radang tenggorokan. Oleh karena itu, pasien radang tenggorokan akut maupun kronis dapat mencoba menambahkan gula batu ke dalam teh hijau. Namun, untuk menghindari kenaikan kadar gula darah, pasien diabetes dilarang mengonsumsinya. Selain rutin minum teh hijau campur gula batu, pasien radang tenggorokan juga perlu memperhatikan hal-hal berikut dalam diet sehari-hari: Pertama, lebih banyak konsumsi makanan bersifat dingin dan netral, hindari atau kurangi makanan pedas seperti bawang putih, cabai, dan alkohol. Karena makanan-makanan ini mudah memicu atau memperparah pembengkakan mukosa, yang sama seperti menambahkan minyak ke api. Kedua, makan lebih banyak buah dan sayuran segar yang memiliki fungsi membersihkan panas dan melembabkan, seperti pir, tebu, semangka, wortel, labu siam, buah ara, bawang putih liar, bit, labu, mentimun, pisang, dan bunga lili. Ketiga, tingkatkan asupan protein secara moderat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Tingkat imunitas tubuh secara langsung berkaitan dengan kekambuhan radang tenggorokan, sehingga pasien perlu meningkatkan asupan protein berkualitas seperti ikan, udang, daging, dan susu. Saat menambah protein, perlu menghindari makanan yang terlalu hangat seperti daging kambing dan anjing, karena dapat memperparah ketidaknyamanan tenggorokan.
|