Mengonsumsi buah pir secara bijak di musim gugur Pir yang dikenal sebagai "Raja Segala Buah" memiliki efek unik terhadap gangguan kegelisahan. Namun, cara mengonsumsi pir yang berbeda dapat menghasilkan manfaat yang berbeda. Menurunkan tekanan darah: Penelitian medis modern menunjukkan bahwa pir memiliki efek menurunkan tekanan darah dan menenangkan sistem saraf. Pasien hipertensi yang mengalami sakit kepala, mata kabur, detak jantung berdebar, sebaiknya makan pir. Cara: Gunakan 1 buah pir angsa, 1 buah tomat, kupas kulitnya, rebus dalam wajan, makan setiap hari, teruskan selama 20 hari, dapat melembabkan tubuh dan menenangkan panas, memiliki efek pencegahan hipertensi awal. Melestarikan hati: Pir mengandung cukup gula dan berbagai vitamin, memiliki fungsi melindungi hati, membantu pencernaan, dan meningkatkan nafsu makan. Bagi penderita hepatitis dan penyakit hati lainnya, pir dapat digunakan sebagai makanan pendukung terapi. Cara: Gunakan 1 buah pir angsa, cuci bersih, potong-potong, rebus bersama 3 ruas ranting willow, minum air rebusannya dan makan pirnya, setiap hari sekali, dapat membantu mengobati hepatitis menular. Gunakan 2 buah pir segar, kupas kulit dan bijinya, potong-potong, rendam dalam cuka, habiskan dalam sehari, memiliki fungsi membersihkan hati dan menghilangkan kuning pada kulit. Merawat tenggorokan: Pir memiliki efek pelindung yang sangat baik bagi tenggorokan karena dapat melembabkan paru-paru, menghilangkan batuk, dan mengencerkan dahak. Cara: Gunakan 3 buah pir salju, haluskan, tambahkan madu 50 gram, rebus dengan air, minum 2 kali sehari. Dapat digunakan untuk suara serak, kehilangan suara. Tentu saja, meskipun pir adalah buah istimewa, tidak boleh dimakan berlebihan, karena jika terlalu banyak akan merusak lambung dan usus, memperparah kelembaban dingin dalam tubuh. Oleh karena itu, orang dengan batuk karena angin dingin, nyeri perut dingin, atau diare akibat kelemahan limpa sebaiknya menghindari konsumsi pir.
|