Ilmu kedokteran Tiongkok dan Barat seharusnya berdiri sejajar, saling melengkapi tanpa saling menggantikan. Keduanya memiliki teori dan praktik yang sangat berbeda, tidak boleh saling digunakan sebagai bukti penyanggah, apalagi menganggap kedokteran Barat sebagai "pengadilan sejarah" bagi kedokteran Tiongkok. Dr. Jia Qian, peneliti dari Pusat Informasi Teknologi Nasional, mengatakan perbedaan utama antara kedokteran Tiongkok dan Barat adalah: Sudut Pandang yang Berbeda Kedokteran Tiongkok melihat persoalan secara makro, melihat manusia sebagai kesatuan organik yang saling memengaruhi. Ilmu kedokteran Tiongkok memiliki akurasi makro, tetapi kurang akurat secara mikro; sedangkan kedokteran Barat melihat dari sudut mikro, menggunakan metode analitis, tidak melihat manusia sebagai manusia, melainkan sebagai gabungan dari bagian-bagian kecil, memiliki akurasi mikro, tetapi kurang akurat secara makro. Menurut teori epistemologi, makro dapat mengarahkan dan mencakup mikro; mikro hanya bisa menjelaskan dan menginterpretasi makro, tetapi tidak bisa mengarahkan dan mencakup makro. Oleh karena itu, kedokteran Tiongkok dapat menyerap kedokteran Barat, tetapi kedokteran Barat tidak bisa menyerap kedokteran Tiongkok. Dapat dikatakan, kedokteran Tiongkok sangat luas dan mendalam, dalam 200 tahun ke depan, kedokteran Barat pun tidak akan mampu mengejar atau memahami kedokteran Tiongkok. Dalam hal ini, kita harus memiliki kepercayaan diri sebagai bangsa. Objek yang Dipercayai Berbeda Kedokteran Barat mencari penyakit pada manusia, sedangkan kedokteran Tiongkok mencari kesehatan pada manusia. Kedokteran Barat mengandalkan obat untuk melawan penyakit, seperti obat antiinflamasi dan antibakteri. Kedokteran Tiongkok mengandalkan kemampuan pemulihan diri pasien, meskipun kadang menggunakan obat langsung melawan penyakit, tetapi obat digunakan terutama untuk membangkitkan kemampuan organisasi diri sistem kompleks manusia. Kedokteran Barat adalah kedokteran konfrontatif, sedangkan kedokteran Tiongkok adalah kedokteran keseimbangan. Masalah Toksisitas dan Efek Samping Obat Barat adalah senyawa murni tunggal, struktur jelas, target kerja tunggal. Ada yang mengatakan bahwa obat Tiongkok bekerja pada banyak target, tetapi ini tidak tepat: obat Tiongkok digunakan untuk menyesuaikan, bukan untuk melawan. Karena obat Barat bekerja secara tunggal dan konfrontatif secara lokal, efek sampingnya sangat besar. Banyak insiden besar akibat obat di masa lalu membuktikan hal ini, baru-baru ini obat PPA yang ditarik dari pasar adalah contoh lain. Toksisitas dan efek samping obat Barat adalah kelemahan yang tidak dapat dihindari: makanan yang sangat murni bisa berbahaya, obat yang sangat murni bisa beracun. Asalkan terapi dilakukan secara bijak dan kombinasi obat tepat, obat Tiongkok hampir tidak memiliki efek samping; kedokteran Tiongkok percaya bahwa semua obat memiliki racun (tiga bagian racun), menekankan "berhenti begitu gejala hilang" dan "ganti resep jika efek tercapai", tidak menganjurkan penggunaan jangka panjang dan dosis besar, selama ribuan tahun tidak ada obat Tiongkok yang ditarik karena efek samping toksik.
|