TCM menekankan "larangan makanan" saat pengobatan. Istilah "larangan makanan" memiliki dua makna: pertama, apakah rasa dan sifat obat herbal yang dikonsumsi bertentangan dengan makanan; kedua, apakah makanan yang dikonsumsi menyebabkan reaksi buruk terhadap penyakit. Di awal infeksi flu, saat sedang minum ramuan TCM yang mengusir angin dingin, sebaiknya hindari makanan dingin dan berlemak. Jika anak gelisah, demam tidak turun, disertai haus, dan BAB keras, bisa konsumsi buah atau minum jus seperti semangka, jus pir, atau sup kedelai. Di masa pemulihan flu, demam sudah turun, anak sering ingin makan terus, selalu merasa lapar, maka jangan makan secara berlebihan, apalagi makanan berlemak tebal, karena dapat membuat penyakit kambuh dan menjadi kronis. Misalnya, jika anak mengalami diare, harus menghindari makanan dingin dan berlemak, diet harus ringan. Selain itu, ada larangan makanan yang disebut "makanan pemicu", yaitu makanan yang bisa memicu atau memperparah kondisi seperti bisul, ruam alergi, batuk, asma, umumnya makanan laut seperti ikan cakalang, ikan kuning, ikan mas, ikan nila, kepiting, udang, daging seperti daging kambing, daging anjing, daging ayam, daging kuda, daging keledai, sayuran seperti daun bawang, jamur shiitake, sawi, dll. Makanan-makanan ini biasanya bersifat manis hangat dan aroma wangi kering, setelah dikonsumsi mudah menyebabkan panas dalam. Ada larangan makanan lain yang berkaitan dengan kontraindikasi antara makanan dan obat, mirip dengan "delapan belas pasangan saling bertentangan" dan "sembilan belas pasangan saling waspada" dalam obat TCM. Hubungan antara makanan dan obat pun sama, misalnya: biji kura-kura (bi jia) tidak boleh dikonsumsi bersama bayam (xian cai), jing jie tidak boleh dikonsumsi bersama ikan dan kepiting, tian men dong tidak boleh dikonsumsi bersama ikan mas, bai zhu tidak boleh dikonsumsi bersama buah persik, plum, bawang putih, tu fu ling dan ling xian tidak boleh dikonsumsi bersama madu, setelah minum ramuan penambah stamina, jangan konsumsi biji lobak (laibuzi) dan makanan sangat dingin atau sangat panas. Yang terakhir adalah larangan makanan yang disesuaikan dengan kondisi tubuh individu, misalnya anak dengan limpa dan ginjal lemah sebaiknya hindari makanan dingin, lengket, dan sulit dicerna, anak dengan limpa lemah sebaiknya hindari makanan pedas dan kering, anak dengan gejala panas sebaiknya hindari makanan goreng, panggang, atau direbus kuat, pasien paru-paru sebaiknya hindari makanan pedas, pasien edema sebaiknya hindari makanan asin, pasien ikterus sebaiknya hindari makanan berlemak. Tentu saja, makanan busuk, tidak higienis, daging mentah, jamur liar, dan buah belum matang juga termasuk dalam daftar larangan.
|