1. Memberikan protein berkualitas tinggi dalam jumlah cukup Pasien leukemia harus mengonsumsi makanan tinggi protein, terutama memilih protein hewani berkualitas tinggi dengan daya cerna dan penyerapan tinggi serta protein kedelai, seperti telur ayam, susu, ikan, udang, daging tanpa lemak, darah hewan, organ dalam hewan, tahu, tahu putih, tofu kering, susu kedelai, dll. Untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan protein. Hati mengandung protein yang melimpah, vitamin berbagai macam, serta mineral penting. Setiap 100 gram hati mengandung protein 21,3 gram, 35% lebih tinggi dari daging tanpa lemak dan 30% lebih tinggi dari telur. Mineral jejak seperti besi, selenium, tembaga juga cukup banyak dalam hati hewan. Selain itu, hati juga mengandung nukleotida dalam jumlah besar, yang memiliki peran potensial dalam pencegahan kanker. Konsumsi hati hewan secara rutin dalam diet harian pasien leukemia dapat membantu pemulihan penyakit. Bagi pasien yang sangat kurus atau menderita anemia parah, bisa menggunakan sup tulang, gelatin kura-kura, gelatin asam, gelatin ikan, atau mengonsumsi royal jelly, serum manusia, bubuk plasenta, bubuk rusa. 2. Memberikan vitamin dan air dalam jumlah cukup Bukti klinis menunjukkan bahwa sekitar 70%-90% pasien kanker ganas mengalami defisiensi vitamin dalam tubuh. Penelitian medis luar negeri membuktikan bahwa konsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya vitamin C dapat mencegah pembentukan dan penyebaran sel kanker. Asupan vitamin C dalam jumlah besar juga dapat meningkatkan ketahanan lokal jaringan dan fungsi imun sistemik, sehingga mencapai tujuan kontrol dan pengobatan kanker. Makanan yang kaya vitamin C antara lain: sawi hijau, sawi putih, tomat, sawi putih kecil, daun bawang, chives, jiecai, hawthorn, jeruk, buah zao segar, kiwi, sarang burung, lemon, dll. Vitamin A dapat merangsang sistem imun tubuh, mendorong aktivitas anti-kanker dan melindungi tubuh dari invasi zat patogen. 3. Memberikan makanan yang kaya zat besi Gejala utama leukemia adalah anemia, perdarahan, dan demam. Oleh karena itu, selain pengobatan obat, pasien didorong untuk sering mengonsumsi makanan yang kaya zat besi serta makanan yang memiliki fungsi menguatkan darah, menghasilkan darah, dan melancarkan darah. 4. Makan sedikit tapi sering, mudah dicerna Pasien leukemia, terutama saat menjalani kemoterapi, sering mengalami reaksi sistem pencernaan seperti mual, muntah, diare, dsb. Pada kondisi ini, bisa menerapkan metode makan sedikit tapi sering, atau menambahkan makanan ringan, kalori tinggi, bernutrisi tinggi di luar tiga waktu makan. 5. Memilih makanan yang meningkatkan fungsi imunitas Banyak makanan alami yang memiliki efek anti-kanker, seperti produk laut seperti teripang, isi ikan, kura-kura, rumput laut, alga laut; susu seperti susu sapi, susu kambing, susu kuda; jamur konsumsi seperti jamur shiitake, jamur lion’s mane, jamur putih; serta darah hewan seperti darah babi, darah angsa.
|