Tahun baru dan Imlek datang berturut-turut, hasrat untuk "memberi kasih sayang kepada kesehatan dan panjang umur orang tua" membuat pasar alat pijat kesehatan menjadi ramai. Seorang penjual mengatakan bahwa alat pijat elektronik "cocok untuk semua usia", tidak seperti produk oral yang bisa menimbulkan efek samping, sehingga banyak anak-anak yang membelikannya untuk orang tua mereka. Apakah alat pijat elektronik benar-benar aman seperti yang dikatakan penjual? Dr. Li Zebing, Direktur Departemen Rehabilitasi Rumah Sakit Zhongshan Fudan University Shanghai, mengatakan tidak sepenuhnya demikian. Ia mengatakan bahwa jika alat pijat digunakan secara salah, bisa memperparah atau memicu penyakit. Orang tua jangan terlalu mengandalkan alat ini, apalagi menggunakannya sebagai cara mengobati penyakit. Dari informasi yang dikumpulkan, alat pijat elektronik biasanya menggunakan getaran mekanik frekuensi tinggi untuk merangsang tubuh. Berdasarkan prinsip produksi getaran, alat pijat elektronik dibagi menjadi dua jenis: elektromagnetik dan listrik. Alat pijat listrik memiliki frekuensi getaran tinggi namun intensitas rendah, sehingga lebih cocok untuk pijat pencegahan dan digunakan oleh orang tua; sementara alat pijat elektromagnetik memiliki frekuensi getaran rendah namun intensitas tinggi, lebih cocok untuk pijat olahraga dan digunakan oleh remaja maupun dewasa muda. Dr. Li menjelaskan bahwa saat ini banyak pasien di klinik yang terluka atau kondisi penyakitnya memburuk karena penggunaan alat pijat yang tidak tepat. Ia pernah merawat seorang lansia yang mengalami peradangan akut di daerah tulang belakang lumbal karena penggunaan alat pijat, sehingga menekan saraf iskial, menyebabkan kelumpuhan pada tungkai bawah. Ia juga pernah menangani pasien yang penyakit tulang belakangnya hanya dalam masa laten, namun karena tekanan dan pukulan dari bagian keras alat pijat, muncul peradangan jaringan lunak dan dislokasi sendi kecil, sehingga penyakit terpicu. Dr. Li mengingatkan orang tua: jika suatu sendi atau tendon sedang dalam fase peradangan akut (merah, bengkak, panas, nyeri), jangan sembarangan melakukan pijat, karena bisa memperparah peradangan, bahkan menyebabkan osteomielitis. Jika ada bisul atau tumor, jangan gunakan alat pijat elektronik. Karena rangsangan permukaan tubuh menyebabkan pembuluh darah kecil melebar, aliran darah lokal meningkat, mudah menyebabkan penyebaran lesi, memperparah kondisi. Jika ada patah tulang atau dislokasi sendi, jangan gunakan alat pijat pada tahap awal, karena setelah cedera, otot akan menarik tulang, jika dipijat terlalu dini, bisa memperburuk pergeseran tulang, justru menghambat proses pemulihan. Pasien dengan penyakit kulit, infeksi menular, limfadenitis, atau penyakit darah harus sangat berhati-hati menggunakan alat pijat elektronik. Pasien hipertensi dan anemia harus sangat hati-hati untuk tidak memijat di area arteri karotis leher, agar tidak menyebabkan aliran darah cepat dan risiko kecelakaan. Selain itu, alat pijat elektronik tidak boleh digunakan saat perut kosong, kenyang, mabuk, atau setelah olahraga berat, karena bisa mempercepat aliran darah, meningkatkan gerakan otot halus perut, menyebabkan mual, muntah, sesak dada, sesak napas, dan ketidaknyamanan lain. Lansia yang baru pertama kali menggunakan alat pijat sebaiknya tidak lebih dari 10–15 menit, lalu secara bertahap ditingkatkan hingga 30 menit.
|