Banyak orang mengira bahwa akupunktur dan moxibustion adalah metode yang sama, padahal tidak demikian. Meskipun keduanya didasarkan pada pemahaman tentang meridian dan titik akupunktur tubuh, terapi akupunktur hanya menghasilkan efek fisik, sedangkan moxibustion adalah gabungan efek farmakologis dan fisik. Moxibustion memiliki banyak keunggulan luar biasa. Lingkup aplikasi moxibustion sangat luas. Dalam istilah TCM, moxibustion memiliki fungsi memanaskan dan memperkuat qi, melancarkan meridian, menghilangkan stagnasi darah, serta memperkuat qi dan menguatkan tubuh. Moxibustion dapat digunakan secara luas untuk berbagai penyakit dalam bidang internal, bedah, ginekologi, anak-anak, dan mata-telinga- hidung-tenggorokan, terutama sangat efektif untuk mastitis, prostatitis, bursitis humeral, pelviitis, cervicalgia, diabetes melitus, dan lain-lain. Selain itu, moxibustion memiliki manfaat unik dalam perawatan kesehatan. Di era modern, terapi akupunktur terus berkembang, sementara moxibustion justru terabaikan. Dalam proses pengobatan moxibustion, membakar titik akupunktur akan meninggalkan bekas luka di tubuh. Ahli moxibustion, Zhou Meisheng, menekankan bahwa rasa sakit akibat penyakit dan luka bakar dari moxibustion menyebabkan moxibustion jatuh ke dalam kemunduran, dan ia mengajak untuk melakukan penelitian lebih dalam serta mendorong modernisasi moxibustion. Belakangan ini, seiring meningkatnya kesadaran akan keunggulan efek moxibustion, terapi ini kembali mendapatkan perhatian dari dunia medis, dan penelitian modern pun semakin cepat berkembang. Alat moxibustion modern adalah kombinasi antara bahan moxibustion tradisional dan perangkat optoelektronik. Dengan sumber panas modern (seperti sinar inframerah, terapi magnet), efek farmakologis dari moxa dapat dimaksimalkan, serta memiliki keunggulan seperti mudah digunakan, operasi sederhana, dan tidak membakar kulit sehingga tidak meninggalkan bekas luka.
|