Metode pengobatan dengan menusuk daun telinga disebut aurikuloterapi. Menurut teori meridian, semua meridian duabelas memiliki hubungan langsung dengan telinga. Ketika tubuh mengalami penyakit, titik-titik tertentu di daun telinga akan menunjukkan reaksi. Aurikuloterapi dilakukan dengan menusuk titik-titik reaksi ini untuk mencapai tujuan pengobatan. Aurikuloterapi mudah dipelajari, operasinya sederhana, dan aplikasinya luas, terutama efektif untuk berbagai jenis nyeri, peradangan akut, serta beberapa penyakit kronis. I. Metode Operasi 1. Pegang daun telinga dengan tangan kiri, gunakan jarum filamen 1 cm atau 2 cm yang telah dibersihkan secara steril, tusuk secara tegak melalui kulit. Kedalaman tusukan biasanya harus menembus tulang rawan tanpa menembus kulit di sisi sebaliknya. Hindari menembus daun telinga. Pasien akan merasa nyeri yang jelas saat tusukan; jika tidak ada rasa nyeri, tarik jarum dan tusuk kembali. Setelah merasa nyeri, lakukan rotasi jarum selama beberapa detik. Biasanya pasien akan merasa hangat di daerah telinga, sedangkan sebagian kecil merasa mati rasa yang menyebar ke wajah. 2. Biarkan jarum tetap selama 15–20 menit, atau bisa lebih lama hingga beberapa jam, tergantung kebutuhan. Bisa juga menggunakan metode implan jarum di titik aurikuler. 3. Saat mengeluarkan jarum, tekan titik tusukan dengan bola kapas kering untuk mencegah perdarahan. Setelah pengeluaran, oleskan alkohol 2% di titik tusukan untuk mencegah infeksi lokal. 4. Kecuali implan jarum, biasanya dilakukan 1 kali per hari atau sekali dalam dua hari, 7–10 kali sebagai satu siklus terapi. II. Indikasi 1. Nyeri sendi: pilih area lesi, zona adrenal. 2. Nyeri pinggang: pilih zona lumbar, ginjal, kandung kemih. 3. Nyeri perut: pilih zona lambung, usus halus, hati, limpa. 4. Nyeri saraf iskiatik: pilih zona iskiatik. 5. Nyeri haid: pilih zona ovarium, ginjal, hormon. 6. Nyeri gigi: pilih zona maksila, mandibula, mulut. 7. Faringitis akut: pilih zona tenggorokan, tiga titik di tepi telinga. 8. Appendisitis akut: pilih zona usus besar, usus halus, abdomen, rektum. 9. Hipertensi: pilih zona adrenal, hati, ginjal, zona bawah korteks. 10. Neurastenia: pilih zona jantung, ginjal, lumbar, zona bawah korteks. 11. Urtikaria: pilih zona paru-paru, zona bawah korteks. III. Kontraindikasi Wanita hamil, daun telinga terluka karena dingin atau inflamasi, orang yang terlalu lelah atau kondisi tubuh sangat lemah. IV. Catatan Penting 1. Sterilisasi lokal dan jarum harus ketat. Semua alat jarum harus disterilisasi dengan tekanan tinggi atau direbus, untuk mencegah penularan melalui darah. 2. Orang yang lapar, lelah, atau tubuh sangat lemah rentan mengalami pusing karena jarum. Gejala pusing meliputi pusing, jantung berdebar, wajah pucat, keringat dingin, mual, bahkan pingsan. Jika terjadi pusing, segera keluarkan jarum, biarkan pasien berbaring dengan kepala lebih rendah. Untuk kasus ringan, minum air hangat; untuk kasus berat, terutama yang pingsan, tekan titik Renzhong, jika tidak membaik, lakukan akupunktur di titik Renzhong dan Zu San Li. 3. Untuk pasien yang lemah atau baru pertama kali menjalani aurikuloterapi, gunakan teknik stimulasi ringan atau sedang.
|