Kelainan ini sering disebut rakhitis, juga dikenal sebagai penyakit tulang lunak, merupakan penyakit umum pada anak-anak. Penyebabnya adalah kekurangan vitamin D yang menyebabkan gangguan metabolisme kalsium dan fosfor secara menyeluruh serta perubahan tulang. Biasanya terjadi pada anak-anak di bawah usia 1 tahun yang sedang tumbuh pesat, lahir prematur, kembar, atau diberi susu buatan. Gejalanya meliputi gangguan pertumbuhan tulang, otot yang kendur, mudah takut, berkeringat banyak, dll. Tindakan pencegahan utama sebagai berikut: Pencegahan Sebelum Terjangkit 1. Lakukan perawatan ibu hamil dan ibu menyusui dengan baik. Selama masa kehamilan, perlu menjaga gaya hidup yang sehat, lebih sering beraktivitas di luar ruangan, lebih sering terkena sinar matahari. Konsumsi makanan yang kaya vitamin D dan mineral seperti tulang sapi, hati hewan. Mulai 3 bulan sebelum melahirkan, minumlah vitamin D dan suplemen kalsium. 2. Dorong pemberian ASI. Meskipun kandungan vitamin D dalam ASI tidak tinggi, namun rasio kalsium dan fosfornya ideal sehingga mudah diserap. Anak yang diberi ASI memiliki tingkat kejadian rakhitis yang lebih rendah dibandingkan anak yang diberi susu formula. Perhatikan waktu pemberian makanan pendamping yang tepat, mulai usia 3 bulan berikan kuning telur, usia 5 bulan berikan bubur hati dan daging hewan. 3. Jika cuaca memungkinkan, bawa bayi ke luar rumah secara rutin, lebih sering terkena sinar matahari. Bayi bisa keluar rumah mulai usia 1 bulan, waktu eksposur dimulai dari 15 menit per hari, secara bertahap ditingkatkan hingga lebih dari 2 jam. 4. Hindari terjadinya berbagai penyakit, hindari penggunaan obat secara berlebihan. Obat-obat yang sangat keras harus digunakan dengan hati-hati. (II) Pencegahan Obat 1. Obat Tumbuhan: Granul Longmu Zhuanggu, untuk anak di bawah usia 2 tahun, minum 7 gram per kali, tiga kali sehari, larutkan dengan air panas. 2. Obat Barat: Mulai dari usia 2 minggu setelah lahir, berikan vitamin D, 400–800 unit internasional per hari, selama 1–2 tahun. Atau berikan minyak ikan pekat, awalnya 2 tetes per hari, secara bertahap ditingkatkan hingga 5 tetes. Untuk bayi prematur dan bayi yang diberi susu buatan, dosis harian harus mencakup vitamin D 2.000–3.000 unit internasional, disertai suplemen kalsium. Bisa menggunakan tablet kalsium multivitamin, 1 tablet per kali, tiga kali sehari. Atau gunakan vitamin D3 3 juta unit, suntik intramuskular sebulan sekali, dilakukan 2–3 kali. Pencegahan Setelah Terjangkit 1) Terapi Makanan:① Huang Qi 30 gram, Wu Wei Zi 3 gram, hati babi 50 gram, tulang paha babi (termasuk sumsum) 500 gram; pertama-tama hancurkan sumsum tulang, rebus bersama Wu Wei Zi dan Huang Qi hingga mendidih, lalu turunkan api dan rebus selama satu jam, saring untuk menghilangkan tulang dan ampas obat, potong hati babi, masukkan ke dalam kaldu dan rebus hingga matang, tambahkan garam dan sedikit monosodium glutamat untuk penyesuaian rasa, makan hati dan minum kaldu; satu resep bisa dibagi dua kali konsumsi, konsumsi rutin hingga sembuh; resep ini cocok untuk rakhitis anak-anak dengan gejala utama kelemahan lambung dan ginjal.② Jamur ayam segar 500 gram, cabai hijau, bawang bombai, ham, bawang putih masing-masing 50 gram, minyak babi 250 gram, kecap 20 gram; kupas kulit jamur ayam, bersihkan, potong dadu; panaskan wajan, tuangkan minyak babi, saat suhu naik ke 50℃, masukkan jamur ayam dan goreng sebentar, angkat, sisakan 25 gram minyak, tuangkan minyak sisa, masukkan bawang putih, cabai hijau, ham, bawang bombai, tumis sebentar, masukkan jamur ayam, tambahkan kecap, tambahkan satu sendok kaldu daging, oleskan dengan pati jagung, tambahkan monosodium glutamat dan sedikit minyak wijen; resep ini dapat mencegah rakhitis pada anak-anak.③ Rusa 100 gram, Bu Pi 30 gram, dua ekor kaki babi; potong tipis rusa, cuci bersih kaki babi, rebus bersama tiga bahan tersebut dengan api kecil hingga mendidih, sajikan dengan bumbu; resep ini cocok untuk anak-anak yang tumbuh kembang terhambat, tulang lunak, jalan terlambat, dan fontanel belum menutup. 2) Resep Sederhana dan Uji Klinis:① Kulit telur secukupnya, cuci bersih, keringkan, giling halus, saring hingga halus; anak di bawah 1 tahun, dosis 0,5 gram per kali; anak usia 1–2 tahun, dosis 1 gram per kali, minum dua kali sehari.② Tulang kaki harimau (diolah dengan anggur), Huang Qin (kering), Zao Ren (direndam dengan anggur, kulit dihilangkan, dipanggang sampai harum), Bai Fu Ling, La Gui, Fang Feng, Dang Gui, Chuan Xiong, Niu Xi, masing-masing sama jumlahnya; giling menjadi bubuk, campur dengan madu, bentuk menjadi bola sebesar biji wijen, minum 5 butir per kali, minum dengan anggur atau air rebusan kayu apel. Resep ini berasal dari "Pu Ji Fang" zaman Ming.③ Oleskan bubuk kulit telur yang sudah dipanggang hingga kecoklatan, minum 2 gram per kali, tiga kali sehari.④ Tulang sapi atau babi, giling halus, minum 10 gram setelah makan, tiga kali sehari.⑤ Oleskan bubuk kerang laut, campur dengan gula pasir dalam jumlah yang sama, minum 2,5 gram per kali.⑥ Campuran kulit telur dan hati babi: Kulit telur 125 gram, Gu Sui Bu 90 gram, hati babi 125 gram, panggang hingga kering, giling halus, minum 2 gram per kali, tiga kali sehari. 3) Akupunktur dan Terapi Pijat:① Titik akupunktur: Shen Shu, Pi Shu, Zu San Li, Da Zhui, Guan Yuan, Qi Hai, tusuk langsung ke dalam 0,2–0,6 cun, tidak biarkan jarum tertinggal.② Terapi pijat: Pijat titik Pi Tu, San Guan, masing-masing sisi 20 kali. Jika terjadi deformasi tungkai, tambahkan Zu San Li, pijat masing-masing sisi 20 kali; jika terjadi deformasi dada depan, pijat Shen Zhong 20 kali, minum sekali sehari, 10 kali merupakan satu siklus terapi.③ Teknik pijat punggung: Mulai dari daerah ekor, dorong dan pijat sepanjang sisi tulang belakang hingga mencapai titik Da Zhui, ulangi 3–5 kali, pada pengulangan ketiga, setiap tiga kali pijat, angkat kulit sedikit, setelah selesai, pijat titik Shen Shu di kedua sisi beberapa kali, minum sekali sehari, 6 kali merupakan satu siklus terapi, gunakan 2–3 siklus. 4) Pencegahan dan Perawatan: Pertama, ibu hamil harus melakukan aktivitas di luar ruangan secara tepat, lebih sering terkena sinar matahari, makanan sehari-hari harus segar dan bergizi tinggi, minum obat herbal yang memperkuat lambung dan menambah Qi secara rutin, seperti Mu Xiang, Sha Ren, Dang Shen, Bai Zhu, Fu Ling, Gan Cao. Kedua, setelah lahir, anak harus diberi ASI minimal 4–6 bulan, jika ASI tidak cukup, tambahkan susu sapi, susu kambing, kedelai, atau produk pengganti susu lainnya; juga bisa menggunakan terapi pijat dan teknik peregangan, cocok untuk semua tahap rakhitis, memiliki efek menghangatkan meridian dan mengaktifkan peredaran darah.
|