1. Cabai: Harus dihindari bersama hati domba dan labu. 2. Wortel: Tidak disarankan dikonsumsi bersama tomat, cabai, buah delima, sayuran bayam, dan pepaya; lebih baik dimakan sendiri atau dimasak bersama daging. 3. Ubi kayu (ubi jalar, ubi putih, ganyong, atau ubi batu): Tidak boleh dikonsumsi bersama buah persik dan pisang. 4. Mentimun: Tidak disarankan dimasak bersama sayuran yang tinggi vitamin C, seperti tomat dan cabai. 5. Terung: Tidak boleh dikonsumsi bersama kedelai hitam dan kepiting. 6. Daun bawang: Tidak boleh dikonsumsi bersama bayam, karena bisa menyebabkan diare. 7. Sawi putih: Harus dihindari bersama kedelai hitam, kacang tanah, kacang hijau, sawi, dan daging babi. 8. Bayam: Tidak boleh dikonsumsi bersama tahu, karena bisa menyebabkan kekurangan kalsium; juga harus dihindari bersama daun bawang. 9. Labu: Tidak boleh dikonsumsi bersama sayuran dan buah yang tinggi vitamin C; tidak boleh dikonsumsi bersama daging kambing, karena bisa menyebabkan jaundice dan penyakit beri-beri. 10. Daun ketumbar: Tidak boleh dikonsumsi bersama obat penambah tenaga; harus dihindari bersama akar baicalin dan peony. 11. Sayur pahit: Tidak boleh dikonsumsi bersama madu. 12. Lobak: Harus dihindari bersama jeruk, karena bisa menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid; harus dihindari bersama wortel; juga harus dihindari bersama he shou wu dan di huang; tidak boleh dikonsumsi saat minum ginseng. 13. Seledri: Tidak boleh dikonsumsi bersama mentimun. 14. Kacang tanah: Tidak boleh dikonsumsi bersama jamur liar, kepiting bulu, dan mentimun. 15. Tahu: Jangan dikonsumsi bersama susu dan bayam; hindari menggunakan air kedelai untuk mengocok telur; hindari dikonsumsi bersama tetrasiklin.
|