Siapa yang harus mengurangi konsumsi bir? Bir adalah minuman yang sering dikonsumsi oleh banyak orang, tetapi ada beberapa orang yang sebaiknya mengurangi atau bahkan tidak mengonsumsinya demi kesehatan. Penderita gastritis: Penelitian medis menunjukkan bahwa minum bir dalam jumlah besar bisa menyebabkan gastritis. Bagi penderita gastritis, minum bir lagi bisa memperparah kondisi. Karena bir mengurangi produksi prostaglandin E yang melindungi lendok lambung, sehingga gejala gastritis menjadi lebih buruk. Penderita gangguan hati: Alkohol dalam bir diserap melalui saluran pencernaan dan harus diproses oleh hati dan organ lain. Akhirnya, alkohol dipecah menjadi karbon dioksida dan air. Namun, penderita hepatitis akut atau kronis memiliki fungsi hati yang tidak normal, sehingga tidak bisa menetralkan racun secara cepat, sehingga lebih rentan terkena keracunan alkohol. Selain itu, alkohol langsung merusak sel hati, sehingga memperburuk gejala yang sudah ada. Penderita asam urat: Penderita asam urat mengalami gangguan metabolisme purin, sehingga menghasilkan lebih banyak asam urat, yaitu produk akhir dari purin dan asam nukleat, menyebabkan hiperurisemia. Karena bir mengandung banyak purin dan asam nukleat, maka penderita asam urat yang minum bir akan mengalami peningkatan kadar asam urat dalam darah, sehingga memicu serangan asam urat. Penderita diabetes: Meskipun alkohol dalam bir relatif rendah, namun kalori dari alkohol bisa mengganggu kontrol diet biasa. Ketika penderita diabetes menggunakan obat turunan sulfonilurea atau suntik insulin, minum bir secara berlebihan bisa menyebabkan reaksi hipoglikemia. Penderita jantung: Bir mengandung banyak air, sehingga minum bir akan menambah beban pada jantung. Selain itu, minum bir secara rutin dalam jumlah besar bisa merusak jantung secara terus-menerus karena alkohol, menyebabkan jantung membesar dan memicu gagal jantung. Penderita yang sudah menunjukkan gejala gagal jantung sebaiknya tidak minum bir. Penderita batu saluran kemih: Dalam proses pembuatan bir, ekstrak malt mengandung komponen utama pembentuk batu. Oleh karena itu, siapa pun yang memiliki batu di sistem kemih sebaiknya tidak minum bir. Penderita bisul: Bir mengandung banyak karbon dioksida. Minum sedikit bir tidak masalah, tetapi jika minum berlebihan, tekanan karbon dioksida di lambung akan meningkat, berpotensi menyebabkan perforasi bisul. Selain itu, anak-anak sebaiknya tidak minum bir, sedangkan lansia sebaiknya minum secukupnya. Selain itu, minum bir juga bisa memengaruhi proses pemecahan dan penyerapan obat dalam tubuh, sehingga mengurangi efektivitas obat. Oleh karena itu, sebaiknya tidak minum bir saat sedang minum obat, apalagi menggunakan bir untuk meneguk obat.
|