Pengaruh Teh dan Kopi terhadap Fungsi Seksual Teh adalah minuman paling populer di dunia, baik zaman dulu maupun kini. Teh mengandung banyak alkaloid seperti kafein dan theophylline, yang setelah diserap tubuh memiliki efek stimulasi pada sistem saraf pusat, mampu menghilangkan kelelahan, meningkatkan semangat, serta meningkatkan sensitivitas dan respons terhadap rangsangan seksual. Oleh karena itu, minum teh secara moderat dapat meningkatkan dan memperbaiki nafsu seksual, yang bermanfaat bagi fungsi seksual. Namun, karena kebanyakan orang melakukan hubungan seksual sebelum tidur, minum teh di malam hari akan meningkatkan aktivitas sistem saraf, menyebabkan insomnia. Oleh karena itu, tidak disarankan minum teh pekat di malam hari untuk meningkatkan eksitasi seksual, agar tidak mengganggu tidur. Teh memiliki efek positif dan negatif terhadap fungsi seksual. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, dikatakan bahwa minum teh terlalu banyak akan menyebabkan diuresis berlebihan, merusak ginjal, sehingga fungsi seksual turun. Selain itu, karena teh bersifat pahit dan dingin, orang dengan defisiensi yang dingin (yang dingin) tidak disarankan minum terlalu banyak. Kopi adalah minuman asing yang secara diam-diam masuk ke rumah-rumah masyarakat Tiongkok belakangan ini. Ini juga merupakan stimulan yang pada tingkat tertentu dapat meningkatkan sensitivitas terhadap lingkungan atau diri sendiri. Setelah minum kopi, sensasi kenikmatan seksual menjadi sangat kuat. Efek stimulasi kopi dapat meningkatkan eksitasi seksual, mempersingkat waktu orgasme, dan efeknya lebih jelas pada wanita dibanding pria. Ada yang berpendapat di luar negeri bahwa minum satu cangkir kopi setiap hari dapat meningkatkan nafsu seksual dan fungsi seksual. Tetapi kopi adalah stimulan, minum berlebihan tidak memberi manfaat bagi tubuh; ia dapat membuat tubuh tetap dalam keadaan eksitasi setelah hubungan seksual, sehingga mengganggu pemulihan tenaga dan pikiran. Belakangan ini, banyak eksperimen di luar negeri menemukan bahwa dosis tinggi kopi memiliki efek mutagenik. Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar kopi tidak diminum secara terus-menerus atau dalam jumlah berlebihan, lebih baik dikonsumsi secukupnya.
|