Untuk beberapa waktu terakhir, berita tentang kosmetik dan parfum yang mengandung ftalat (phthalates) dapat merusak kesehatan telah menimbulkan kekhawatiran bagi para pecinta kecantikan. Namun pada kenyataannya, sebelum hasil penelitian medis secara pasti membuktikan bahwa ftalat berbahaya bagi kesehatan, wanita masih bisa menggunakan produk tersebut dengan aman, asalkan digunakan secara sehat dan memperhatikan beberapa tindakan pencegahan. Hingga saat ini, data eksperimen dari dunia ilmu pengetahuan atau kedokteran belum cukup untuk membuktikan bahwa jumlah ftalat dalam kosmetik dapat memengaruhi kesehatan reproduksi generasi mendatang wanita. Selain itu, Badan Ilmu Kesehatan Singapura menyatakan bahwa hingga kini belum ada laporan atau kasus keluhan yang diterima. Terlepas dari itu, kosmetik merupakan produk sintetik kimia, meskipun memiliki fungsi perlindungan dan keindahan bagi tubuh, namun tetap dapat melepaskan zat berbahaya yang menyebabkan iritasi pada kulit, bahkan menyebabkan pembengkakan, gatal, ruam, dan kondisi "dermatitis kosmetik". Dengan demikian, dampak negatif kosmetik terhadap wanita secara umum meliputi: ☆ Menyebabkan reaksi alergi. ☆ Menyebabkan infeksi bakteri pada kulit. ☆ Menyebabkan dermatitis. ☆ Zat beracun terserap ke dalam tubuh menyebabkan keracunan kronis. ☆ Kosmetik berkualitas buruk menghasilkan reaksi "toksisitas cahaya" ketika terkena sinar matahari. Pencegahan Dampak Kosmetik Untuk mencegah dampak negatif kosmetik terhadap tubuh, perlu memperhatikan hal-hal berikut saat penggunaan: Jika terjadi reaksi buruk terhadap kulit setelah menggunakan kosmetik, segera hentikan penggunaannya. ① Hindari kosmetik yang sudah rusak Kosmetik mengandung lemak, protein, dan senyawa lain yang mudah rusak atau terkontaminasi bakteri jika disimpan lama. Gunakan kosmetik yang segar, biasanya habis dalam waktu 3–6 bulan, dan simpan di tempat yang sejuk dan kering. ② Hindari kosmetik berkualitas rendah Untuk mencegah paparan zat beracun seperti merkuri dan zat karsinogenik, gunakan produk berkualitas tinggi yang telah disetujui oleh Departemen Kesehatan. ③ Hindari reaksi alergi Sebelum mencoba produk baru, lakukan tes kulit terlebih dahulu. Jika tidak timbul kemerahan atau gatal, baru gunakan. Jika terjadi reaksi buruk, segera hentikan pemakaian. ④ Gunakan jenis kosmetik sesuai cuaca Pada musim dingin yang kering, gunakan kosmetik dengan kadar minyak tinggi; pada musim semi, musim panas, dan musim gugur, gunakan kosmetik dengan kadar air tinggi. ⑤ Remaja harus menggunakan kosmetik khusus Umumnya hindari penggunaan parfum, bedak, lipstik, dan kosmetik kecantikan lainnya. ⑥ Hindari masuknya kosmetik ke dalam tubuh Kosmetik hanya untuk digunakan luar tubuh, jangan sampai tertelan. Untuk lebih hati-hati, sebaiknya hilangkan lipstik sebelum makan agar tidak ikut tertelan bersama makanan. ⑦ Bersihkan riasan sebelum tidur Saat tidur, bersihkan semua kosmetik yang menempel di kulit, jangan tidur dengan riasan. ⑧ Pilih kosmetik yang sesuai Untuk kulit berminyak, pilih krim jenis air dalam minyak; untuk kulit kering, pilih jenis minyak dalam air; untuk kulit sensitif, pilih kosmetik dengan iritasi minimal; anak-anak sebaiknya tidak menggunakan sama sekali. Catatan Penggunaan Parfum Karena belum ada bukti pasti bahwa ftalat dalam parfum berbahaya bagi kesehatan, wanita masih dapat menggunakannya dengan aman. Namun, perlu memperhatikan hal-hal berikut saat penggunaan: ① Jangan gunakan terlalu banyak Terlalu banyak parfum akan memberikan rangsangan yang tidak menyenangkan. Secara umum, cukup aroma yang terasa samar dalam jarak 1 meter. Jika masih tercium hingga 3 meter, berarti sudah terlalu banyak. ② Jangan gunakan di area yang terkena sinar matahari langsung Senyawa aroma dan alkohol dalam parfum, ketika terkena sinar matahari dan sinar UV, dapat menyebabkan iritasi kulit dan pigmentasi. Area yang paling aman adalah bagian tubuh yang tidak terkena sinar matahari langsung. Lebih baik dioleskan di leher baju atau ujung baju, biarkan menguap secara alami. ③ Jaga kebersihan tubuh Agar parfum dapat menampilkan daya tariknya, pastikan tubuh sudah dibersihkan terlebih dahulu, menghilangkan bau tidak sedap. Jika tubuh tidak bersih, bau tidak sedap akan sulit ditutupi oleh parfum, malah menciptakan aroma yang lebih buruk. ④ Jangan campurkan parfum yang berbeda merek, seri, atau jenis Parfum dari merek, seri, atau jenis berbeda tidak boleh dicampur, karena dapat menutupi karakteristik masing-masing parfum dan menghasilkan aroma buruk. ⑤ Hindari makanan pedas dan merangsang Makanan seperti bawang putih, bawang bombai, cabai, setelah dikonsumsi dapat menghasilkan bau badan yang mengganggu efek parfum. Catatan Penggunaan Lipstik Banyak wanita, bahkan tanpa make-up, tetap menggunakan lipstik. Oleh karena itu, lipstik merupakan kosmetik yang paling sering digunakan oleh wanita. Komponen utama lipstik adalah lanolin, lilin, dan pewarna. Karena lanolin memiliki komposisi kompleks, mudah menyebabkan reaksi alergi seperti bibir kering, mengelupas, kadang terasa gatal atau nyeri ringan. Di samping itu, penggunaan lipstik yang tidak tepat juga dapat memengaruhi kesehatan. Karena lanolin dalam lipstik memiliki daya serap yang kuat, dapat menyerap debu, bakteri, virus, dan ion logam berat dari udara ke dalam selaput lendir bibir. Saat berbicara, minum, atau makan, lipstik dan zat berbahaya yang menempel akan masuk ke mulut dan tubuh. Dewasa harus lebih waspada, jangan memberi lipstik kepada anak-anak, karena selaput lendir bibir anak-anak lebih mudah menyerap zat berbahaya tersebut. Untuk menjaga kesehatan, wanita disarankan menggunakan lipstik secukupnya. Jika terasa gatal atau sensasi aneh, segera cuci bibir dan hentikan pemakaian lipstik.
|