Baru-baru ini, sebuah studi Inggris tentang "efektivitas akupunktur dalam mengobati sakit kepala samping" menunjukkan bahwa bagi pasien yang menderita sakit kepala samping dan nyeri kronis lainnya, metode terapi terbaik adalah akupunktur, bukan berbagai pil. Dalam ilmu kedokteran Tiongkok, kepala dianggap sebagai "tempat yang penuh energi yang jernih", semua darah dan energi yang jernih dari lima organ dalam dan enam organ kosong mengalir ke kepala. Dari sudut pandang meridian, dua belas meridian dan tujuh meridian tambahan terhubung ke kepala, terutama tiga meridian yang berhubungan langsung dengan kepala dan meridian Du, jika fungsi mereka terganggu, bisa menyebabkan sakit kepala. Akupunktur adalah terapi non-obat, tanpa efek samping obat, sehingga terapi akupunktur untuk sakit kepala sangat layak dilakukan, dan efek khasnya dalam menghilangkan rasa sakit semakin diakui. Melalui akupunktur, bisa melancarkan qi dan darah lokal, menangani akar penyebab dan gejala, membuat "aliran lancar, tidak sakit", memperbaiki fungsi meridian secara fundamental. Untuk pasien yang sedang mengalami serangan akut, akupunktur bisa secara efektif mengurangi rasa sakit. Pada kasus sakit kepala samping khas, rasa sakit bisa berkurang segera setelah akupunktur. Untuk fase pemulihan, penelitian klinis menunjukkan akupunktur bisa mengurangi frekuensi serangan atau mengurangi tingkat keparahan rasa sakit, dan metode serta efek terapi akupunktur untuk fase serangan dan fase pemulihan juga berbeda. Perlu ditegaskan kembali bahwa saat ini banyak orang yang kecewa karena efek terapi kurang memuaskan atau waktu terapi terlalu lama, sehingga kehilangan kepercayaan diri. Ada yang mengira sakit kepala hanyalah gejala sekunder, sehingga tidak melakukan pengobatan. Ada juga yang merasa "tahan saja", tidak aktif mencari pengobatan. Ini semua adalah kesalahpahaman dalam pengobatan sakit kepala samping, harus segera diperbaiki.
|